Inovasi Mikroskop Diagnosa Malaria

Inovasi Mikroskop Diagnosa Malaria

Prof Indah S Tantular dr MKes PhD SpPar-K adalah peraih gelar doktor dari Universitas Nagoya Jepang, bersama tim di Institute of Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya berhasil melakukan inovasi dengan tajuk ‘Modifikasi Mikroskop Fluoresens untuk Diagnosa Cepat Malaria’.

Inovasi etrsebut sudah memiliki nomor paten produk P00201000244, yang dipublikasikan dengan nomor 051.4628 A pada 6 Oktober 2011. Dengan mikroskop ini, pengecekan darah untuk melihat parasit malaria dapat dilakukan dengan cepat, mudah, dan murah.

Sejatinya, mikroskop fluoresens sudah ada di pasaran. Gunanya pun sama, sebagai alat bantu diagnosis malaria atau penyakit lain yang berasal dari parasit. Namun, alat tersebut cenderung berukuran besar dengan harga mahal.

Prof Indah dan kawan-kawan melihat hal itu sebagai sebuah tantangan untuk dipecahkan. Mereka memodifikasi mikroskop biasa, dengan pengubahan filter tertentu di dalamnya.

Lantas, dipakailah lampu halogen sebagai pelengkap dengan daya AC/DC yang relatif lebih gampang didapatkan (misalnya, melalui aki mobil). Meski kemudian, jenis lampu itu juga diganti dengan LED dengan daya baterai. (sak)

Bagikan artikel ini