Insentif Bagi Maskapai Buka Rute Baru

Insentif Bagi Maskapai Buka Rute Baru

PT Angkasa Pura I selaku pengelola bandara mendukung penuh rencana dan target pemerintah untuk mendatangkan wisatawan ke Provinsi Jawa Timur, dengan memberikan insentif kepada maskapai yang membuka rute baru dan meningkatkan frekuensi terbang.

Direktur Pemasaran & Pelayanan PT Angkasa Pura I (Persero), Devy Suradji mengatakan, insentif tersebut berupa discount 50% landing fee kepada maskapai selama 6 bulan, bebas biaya promosi di bandara selama 1 bulan, dan inaugurasi penerbangan.

“Melalui insentif berupa potongan biaya pendaratan (landing fee) ini diharapkan mampu menarik minat maskapai untuk membuka rute baru dari dan menuju Jawa Timur melalui Bandara Juanda Surabaya,” tambah Devy, di Surabaya, Selasa (15/5).

Dengan kolaborasi yang baik antara Angkasa Pura I sebagai operator bandara sekaligus pintu gerbang wisatawan menuju Jawa Timur, maskapai sebagai pembawa penumpang, pelaku bisnis pariwisata, dan dukungan pemerintah tingkat nasional dan daerah, diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan perekonomian dan pariwisata di Provinsi Jawa Timur.

Selain itu, sehari sebelumnya, PT Angkasa Pura I (Persero) menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Collaborative Destination Development (CDD) dengan tema “Developing East Java’s Tourism in Welcoming One Million Foreign Tourist Arrival by 2025” bersama para pemangku kepentingan pariwisata seperti Pemprov Jatim, maskapai, pengamat pariwisata, akademisi, dan pelaku industri pariwisata.

Kegiatan tersebut untuk mendukung pencapaian target 1 juta wisatawan mancanegara (wisman) ke Jawa Timur, Pemprov Jatim pada awal 2018 ini menggelar peluncuran 50 Top Event Pariwisata dan Budaya 2018.

Hampir setiap kabupaten dan kota di Jawa Timur membuat event berkelas internasional di mana beberapa event masuk dalam 100 Event Wonderful Indonesia yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata. Beberapa event tersebut yaitu Jember Fashion Carnival dan Banyuwangi Ethno Carnival.

Sebagai informasi, pada 2017 lalu, jumlah kunjungan wisman ke Jawa Timur mencapai 625.729 orang, sedangan wisatawan domestik mencapai 58,65 juta orang.

“Dalam membangun sebuah destinasi wisata harus memperhatikan 3A, yaitu Atraksi, Akses, dan Amenitas. Oleh karena itu, dengan adanya CDD ini diharapkan adanya sebuah solusi sekaligus inovasi untuk mengembangkan ketiga hal tersebut. Kami optimis dengan potensi yang dimiliki Jawa Timur dan kerjasama yang baik antara stakeholder pariwisata akan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Provinsi Jawa Timur,” ucap Devy Suradji. (jnr)

Bagikan artikel ini