Insentif Listrik Minim Dimanfaatkan

Insentif Listrik Minim Dimanfaatkan

Program insentif listrik dalam paket kebijakan ekonomi tahap III tak banyak dimanfaatkan industri di Jawa Timur. Tercatat, hanya 16 industri memanfaatkan insentif diskon tarif listrik 30 persen untuk pemakaian pukul 23.00-08.00 WIB.

Sebenarnya sosialisasi kepada industri sudah sering dilakukan PLN Distribusi Jatim, tapi sepertinya industri memang enggan memanfaatkan. Mungkin karena diskon diberikan untuk pemakaian diluar beban puncak.

“Sementara untuk mengalihkan pekerja untuk bekerja pada jam-jam tersebut biasanya terhitung lembur, jadi upahnya lebih mahal,” kata Manager Komunikasi Hukum dan Administrasi PLN Distribusi Jatim, Wisnu Yuliyanto di Surabaya.

Dijelaskan, diskon tarif listrik sebesar 30 persen tidak diberikan untuk seluruh tagihan, tetapi diskon hanya diberikan untuk tagihan listrik yang melebihi rata-rata pengunaan industri terkait di diskon tersebut.

“Jika biasanya penggunaan listrik industri itu pada jam tersebut rata-rata mencapai 1.000 KwH, kemudian setelah adanya program ini penggunaan listrik mereka mencapai 1.500 KWH misalnya, maka diskon hanya diberikan untuk tagihan listrik yang 500 KWH saja,” terangnya.

Selain itu, untuk mendapatkan diskon, industri juga secara prosedur harus mengirimkan surat pengajuan kepada PLN. Semua industri yang mengajukan bakal disetujui. Karena diskon ini memang diberikan pada seluruh industri, baik skala besar maupun kecil.

“Walaupun demikian, tidak banyak yang sudah memanfaatkannya. Sampai sekarang, hanya sekitar 16 industri yang sudah memanfaatkan dan sebagian besar berada di Surabaya, diantaranya industri plastik, logam dan consumer good,” kata Wisnu.

Sementara jumlah pelangan industri di seluruh wilayah Jatim saat ini mencapai 0,16 persen dari total pelanggan PLN Distribusi Jatim yang mencapai 10,2 juta pelanggan. Sedangkan pelanggan bisnis mencapai 4,77 persen dari total pelanggan.(sak)

Bagikan artikel ini