IT Indonesia Dapat Proyek di Australia

IT Indonesia Dapat Proyek di Australia

Empat perusahaan Indonesia bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) mengikuti pameran CeBIT Australia 2016. Difasilitasi Kemendag dalam Paviliun Indonesia, mereka memperoleh transaksi dan proyek pekerjaan di Australia.

Keempatnya adalah Amirage.J.Spot yang mempromosikan aplikasi Augmented Reality untuk mobile devices. Sydeco mempromosikan produk sistem pembayaran nirkabel. Ayena Studio membawa jasa animasi dan desain karakter dan Evotek mempromosikan perangkat lunak untuk manajemen bisnis.

CeBIT Australia 2016 yang diadakan di Sydney Olympic Park dinilai sebagai yang terbesar di kawasan Asia Pasifik. Pameran ini menjadi sarana industri digital Indonesia meningkatkan ekspor jasa TIK ke Negeri Kanguru.

“Keikutsertaan Indonesia di pameran CeBIT Australia 2016 menunjukkan upaya Indonesia mendorong ekspor sektor jasa TIK ke Australia,” ujar Atase Perdagangan Canberra Kemendag Nurimansyah.

PT Sydeco dari Jogja berhasil menarik minat Pemerintah Negara Bagian New South Wales (NSW). Pemerintah NSW akan menjalin kerjasama guna mengembangkan sistem pembayaran nirkabel yang disesuaikan dengan pasar Australia.

“Kebetulan sejak event tersebut berlangsung hingga saat ini, kami sedang dalam tahap diskusi internal kepada pihak- pihak yang terkait disana mengenai kerjasama tersebut,” ujar Albert Downer, Direktur Operasional PT Sydeco, Rabu (25/5).

Sydeco adalah perusahaan IT yang berdiri sejak 2008. Dan sudah memiliki tiga anak perusahaan yaitu Smart Desainer, Smart Logic Pro dan Smart Logic Host.

Meski belum lama berdiri, perusahaaan yang digawangi anak-anak muda ini telah membuat dan mengurus berbagai keperluan TI dan berbagai keperluan grafis untuk banyak perusahaan di Asia dan Eropa.

Masyarakat Australia hampir sepenuhnya memanfaatkan teknologi di kehidupan sehari-hari. Berdasarkan data Interactive Advertising Bureau (IAB), Australia dengan jumlah sebesar 24 juta, mempunyai jumlah pengguna internet 21,8 juta. Namun jumlah smartphone yang digunakan sebanyak 30 juta unit.

CeBIT Australia 2016 diikuti oleh lebih dari 300 peserta yang berasal dari Australia, Filipina, India, Indonesia, Jerman, dan Pakistan. Keikutsertaan Indonesia terwujud melalui sinergi KBRI Canberra, KJRI Sydney dan ITPC Sydney. (sak)

Bagikan artikel ini