Jadikan Surabaya Pusat Kesehatan Tropik

Jadikan Surabaya Pusat Kesehatan Tropik

Penyelesaian dan pencegahan permasalahan kesehatan terkini di Indonesia memerlukan sinergi lintas sektor. Untuk mencapai target tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), sivitas akademika Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM), serta Institute of Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga (Unair) menggandeng Pemkot Surabaya untuk menjadikan Kota Pahlawan sebagai pusat kesehatan tropik dunia atau Surabaya World Tropical Health Center (SWTHC).

“SWTHC merupakan sebuah sistem besar. Operasionalisasinya didukung banyak rumah sakit di Surabaya, termasuk RSGM Unair, ITD Unair, serta lab-lab farmasi, bahkan menyangkut applied economy plan. Didalamnya terdapat World Tropical Dentistry Center,” tutur Dekan FKG Unair R Darmawan Setijanto drg MKes saat berdiskusi dengan Wali Kota Tri Rismaharini di Balai Kota, beberapa waktu lalu.

Di sinilah peran FKG Unair untuk mengeluarkan segala potensi inovasinya seperti Research Center, pendidikan berbasis riset, dan didukung oleh RSGM pula yang kini sudah berfungsi maksimal, imbuh Darmawan.

Bak gayung bersambut, Pemkot Surabaya juga memiliki kesamaan visi dalam manajemen kesehatan publik. Melalui pertemuan yang diselenggarakan di kantornya, ?Risma menyambut baik maksud kedatangan tim Unair.

“Saya mendukung inisiatif SWTHC ini, bahkan saya titip pada FKG Unair dan RSGM Unair untuk supaya kegiatan pelayanan kesehatan gigi di Kota Surabaya ini dapat dikemas dalam bentuk health tourism di Kota Surabaya,” papar Risma.

Darmawan menyatakan kegembiraannya atas dukungan Wali Kota Surabaya terhadap langkah progresif ini. “Kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat membutuhkan sinergi yang kompleks dan saling mendukung. Untuk itu pada konsep SWTHC ini, FKG Unair merasa bersyukur dan bahagia dengan supporting system (unit pendukung) yang akhirnya paripurna dengan adanya dukungan dari Bu Risma,” ungkapnya.

Dalam pembangunan konsep ini, sebelumnya telah terjalin komunikasi dan alur sinergi berkelanjutan antara FKG Unair dengan RSGM Unair, Research Center FKG Unair, dan Institute of Tropical Disease Unair sebagai unit pendukung.

“Ke depan, kami berharap bahwa budaya pendidikan berbasis riset yang menjadi core (inti) bagi pendidikan kedokteran gigi di FKG Unair ini, mampu menjadi salah satu penyumbang kontribusi masyarakat Kota Surabaya melalui pendirian SWTHC,” imbuh Darmawan. (sak)

Bagikan artikel ini