Jamkrida Target Jamin UMKM Rp 5,5 Triliun

Jamkrida Target Jamin UMKM Rp 5,5 Triliun

PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Jatim menargetkan penjaminan kredit UMKM mencapai Rp 5,5 triliun hingga akhir 2016 atau meningkat dari posisi tahun lalu sebesar Rp 3,1 triliun.

Direktur Utama PT Jamkrida Jatim, Achmad Nur Chasan mengatakan peningkatan drastis itu wajar mengingat jumlah UMKM yang belum terjangkau oleh Jamkrida masih banyak.

Dari jumlah UMKM di Jatim sebanyak 4,5 juta, tuturnya, jumlah unit usaha yang dijamin Jamkrida baru 128.000 UMKM hingga Maret 2016. “Masih banyak yang harus kami lakukan. Bukan karena bisnis, yang kami lakukan adalah mengangkat teman-teman UMKM,” ucapnya.,

Hingga akhir Maret, plafon kredit UMKM yang terjamin Jamkrida mencapai Rp 3,5 triliun yang mencakup 128.000 nasabah (UMKM) dengan serapan 385.000 tenaga kerja. Nilai penjaminan itu sekitar 19 kali nilai modal ditempatkan dan disetor saat Jamkrida lahir 2010 senilai Rp 180 miliar.

Target penjaminan plafon kredit Rp 5,5 triliun tahun ini, tutur Achmad, akan mengcover 700.000 UMKM yang menyerap sekitar 2 juta tenaga kerja.

Jamkrida dibentuk oleh Pemprov Jatim untuk menjamin UMKM yang kegiatan usahanya feasible, dalam arti mampu membayar pokok dan bunga kredit, tetapi tidak bankable karena nilai jaminannya kurang dari nilai pinjaman yang diajukan ke bank.

UMKM yang memperoleh jaminan hanya perlu membayar imbal jasa penjaminan kepadaa Jamkrida sebesar 1 persen dari nilai kredit yang disetujui.

“Sehingga, UMKM yang tak punya kesempatan mengajukan kredit atau ditolak bank, bisa. Bank akan menganalisis apakah usaha merekafeasible. Jika feasible, maka bank akan mengajukan kepada kami agar dijamin,” papar Achmad.

Hingga kini, Jamkrida telah bekerjasama dengan Bank Jatim, Bank UMKM (Bank BPR Jatim). Posisi aset Jamkrida akhir 2015 Rp 219,1 miliar dengan laba Rp 4 miliar. Achmad menyebutkan 92 persen dari laba dijadikan cadangan klaim sebagai bukti komitmen menjalankan penjaminan UMKM. (sak)

Bagikan artikel ini