Jokowi Resmikan Simpang Susun Semanggi

Jokowi Resmikan Simpang Susun Semanggi

Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, Menteri Perhubungan Budi K. Sumadi, dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meresmikan beroperasinya Simpang Susun Semanggi, di kawasan Semanggi, Jakarta, Kamis (17/8) malam.

“Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa, Simpang Susun Semanggi dengan ini saya resmikan,” kata Presiden Jokowi sesaat sebelum menekan tombol sirine diikuti dengan terbukanya tirai Simpang Susun Semanggi.

Presiden kemudian menandatangani prasasti diikuti melihat Educational Board yang juga menjadi tanda Simpang Susun Semanggi yang berada di Taman Semanggi.

Pada setiap alphabet educational board ini bertuliskan sejarah pembangunan, tokoh yang terlibat, hingga teknologi yang digunakan saat pembangunan Jembatan Semanggi pada masa lalu hingga pembangunan saat ini.

Jokowi menyampaikan apreasianya kepada pihak-pihak yang terkait dalam pembangunan Simpang Susun Semanggi, yang telah menyelesaikan pembangunan sesuai target, yaitu 540 hari kalender (60 hari waktu perencanaan ditambah 480 hari waktu pengerjaan fisik).

“Saya sangat menghargai kecepatan pembangunan Simpang Susun Semanggi, cepat sekali, hanya satu tahun. Sangat menghargai sekali kerja gubernur yang sekarang, gubernur yang sebelumnya. Itu saja yang bisa saya sampaikan,” kata Jokowi kepada wartawan.

Ia menegaskan, Simpang Susun Semanggi bukan hanya menjadi jantungnya Jakarta, tetapi juga jantungnya Indonesia, karena keramaian yang paling padat adalah di kawasan Semanggi, Jakarta.

Presiden mengaku sudah bolak-balik melewat Simpang Susun Semanggi itu sebelum diresmikan. “Sudah bolak balik, 10 kali lebih lah,” ujarnya.

Untuk itu, Presiden kembali mengapresiasi pekerjaan cepat yang dikerjakan Simpang Susun Semanggi ini sesuai dengan rencana, dan ini dikerjakan oleh PT Wijaya Karya dengan kecepatan waktu yang cepat.

Simpang Susun Semanggi yang dibangun dengan biaya Rp 345.067.000.000, terdiri atas 2 (dua) ramp. Total ramp 1 796 meter melakui rute dari arah Grogol ke Arah Blok M, sedangkan panjang total ramp 2 sepanjang 826 meter menghubungkan Jalan Gatot Subroto dari arah Cawang menuju Jalan Jenderal Sudirman arah Hotel Indonesia (HI). (sak)

Bagikan artikel ini