Jokowi Temui Pengungsi Rakhine State

Jokowi Temui Pengungsi Rakhine State

Setelah menempuh perjalanan melalui jalur udara dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1, Presiden Joko Widodo yang didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, tiba di Bandar Udara Cox’s Bazar, Bangladesh, Minggu (28/1) sekitar pukul 12.40 waktu setempat atau 13.40 WIB.

Kedatangan Presiden dan Ibu Iriana langsung disambut Deputy Commisioner MD Ali Hossain, Superintendent of Police (SP) Dr. AKM Iqbal Hossain, serta Staf Ahli Menteri Luar Negeri RI Bidang Kelembagaan Salman Al Farisi.

Presiden dan Ibu Iriana terlebih dahulu mendapatkan penjelasan yang diberikan Deputy Commissioner Cox’s Bazar Ali Hossain terkait penanganan terhadap pengungsi Rakhine State di Refugee Camp.

Penjelasan tersebut disampaikan di salah satu VIP Room yang berada di Bandar Udara Cox’s Bazar, Bangladesh.

Setelahnya, Presiden dan Ibu Iriana beserta rombongan terbatas menempuh perjalanan sejauh 70 km selama satu jam melalui jalur darat dengan menggunakan mobil menuju Kamp Jamtoli, salah satu tempat penampungan pengungsi dari Rakhine State yang ada di Bangladesh.

Di sepanjang perjalanan tampak masyarakat Cox’s Bazar turut menyambut kedatangan Jokowi. Bahkan beberapa warga sempat mengabadikan momen tersebut melalui gawai mereka.

Dalam kunjungannya, Jokowi meninjau Indonesia Humanitarian Alliance (IHA)-The Dreamers Medical Camps, yang merupakan salah satu fasilitas kesehatan hasil kerja sama pemerintah bersama-sama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), organisasi, serta masyarakat Indonesia.

Jokowi juga sempat berinteraksi dengan para pengungsi seraya memberikan bantuan. Sejumlah klinik pengobatan, farmasi, hingga pompa air yang berada di fasilitas kesehatan juga tak luput dari tinjauan Kepala Negara.

Presiden menegaskan, sejak awal masalah pengungsi ini muncul, pemerintah dan masyarakat Indonesia bersama-sama membantu para pengungsi di Cox’s Bazar. “Bantuan kemanusiaan ini akan kita berikan secara berkesinambungan,” tegasnya.

Kepala Negara mengapresiasi upaya yang dilakukan Pemerintah Bangladesh dalam membantu masalah pengungsi. “Sejak awal pemerintah kita selalu berkoordinasi mengenai kebutuhan di lapangan,” ujarnya.

Kepala Negara juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak dari Indonesia, termasuk masyarakat dan LSM kemanusiaan, yang bersama-sama dengan pemerintah bahu-membahu memberikan bantuan kemanusiaan, baik di Myanmar maupun di Bangladesh.

Akan Kirim Psikolog
Rerpisah, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengemukakan, bahwa jumlah pengungsi Rakhine State di Bangladesh yang saat ini ditampung di Kamp Pengungsi Cox’s Bazar mencapai 1 juta orang dan menurut informasi yang dia terima sampai hari ini masih ada kedatangan atau rombongan baru dari Myanmar.

“Oleh karena itu, Presiden menyampaikan apresiasi, dan menyatakan kalau masih ada yang dapat dilakukan oleh Indonesia jangan sungkan-sungkan menyampaikan ke Indonesia,” kata Retno Marsudi kepada wartawan di Dhaka, Bangladesh, Minggu (28/1) malam.

Menurut Menlu, Presiden telah menyampaikan saat di Cox’s Bazar, bahwa bantuan yang diberikan Indonesia adalah bantuan yang bukan sifatnya one off atau kirim selesai

“Bantuan kita adalah bantuan yang sifatnya berkesinambungan. Kemaren kita mengirimkan yang kebutuhan dasar dari para pengungsi. Fokus juga terhadap pelayanan kesehatan, karena layanan kesehatan sangat dibutuhkan oleh para pengungsi di Cox’s Bazar,” terang Menlu.

Pemerintah meminta bantuan LSM kemanusiaan untuk membuat field hospital, sementara ambulance dan dokter sudah ada.

Ia mengingatkan, karena setiap konflik akan meninggalkan trauma maka pemerintah juga menyiapkan psikolog untuk mengurangi trauma tersebut.

“Jadi sekali lagi bantuan Indonesia sifatnya sangat komprehensif dan berkesinambungan dan dilakukan berdasarkan komunikasi dengan pemerintah Bangladesh,” jelas Menlu. (sak)

Bagikan artikel ini