Juklak Harga Gas Terbit Bulan Depan

Juklak Harga Gas Terbit Bulan Depan

Presiden Joko Widodo telah menetapkan Perpres No 40 Thn 2016 tentang Penetapan Harga Gas Bumi. Sebagai tindak lanjut, Kementerian ESDM tengah menyusun Permen ESDM yang berisi petunjuk pelaksanaan aturan tersebut dan diharapkan rampung bulan depan.

“Permennya segera terbit, bulan depan. The sooner, the better,” ujar Dirjen Migas Kementerian ESDM IGN Wiratmaja Puja di The 40th IPA Convention and Exhibition di JCC Jakarta.

Aturan ini, kata Wiratmaja sangat penting untuk mengatur secara mendetil pelaksanaan Perpres No 40 Thn 2016 tanggal 3 Mei 2016 tersebut. Dengan Perpres ini, diakuinya penerimaan negara mengalami penurunan cukup besar. Meski demikian, multilier effect yang ditimbulkannya, bisa mencapai 3 hingga 4 kali lipatnya. Industri dapat tumbuh lebih cepat.

“Penurunannya cukup banyak. Nanti saya izin dulu ke Pak Menteri. Sekalian saya mau tampilkan, berkurangnya sekian, multiplier effect-nya sekian. Jadi kan satu cerita. Penerimaan negara turun A, multiplier effect yang timbul 3 atau 4A,” tambahnya.

Selain menurunkan harga gas yang menjadi bagian penerimaan Pemerintah di tingkat hulu, Pemerintah juga melakukan pengaturan di level mid stream. Sehingga harga gas tidak dapat lagi ditentukan badan usaha seenaknya, melainkan berdasar formula yang ditetapkan Pemerintah.

Formula penentuan harga gas ini didasarkan pada banyak indikator, antara lain wilayah, tingkat kesulitan, panjang pipa dan volume gas. “Dengan adanya penataan ini, diharapkan harga gas lebih adil,” tandas Wiratmaja.

Penetapan Perpres dilakukan dalam rangka mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan daya saing industri nasional melalui pemanfaatan gas bumi serta untuk menjamin efisiensi dan efektivitas pengaliran gas bumi. (sak)

Bagikan artikel ini