Kalbe Farma dan Petrokimia Raih Award

Kalbe Farma dan Petrokimia Raih Award

Dua perusahaan ternama Indonesia meraih penghargaan bergengsi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Science-Based Industrial Innovation Award (LIPI SBII Award). Kedua perusahaan peraih penghargaan ini adalah PT Kalbe Farma dalam kategori Life Science dan PT Petrokimia Gresik dalam kategori Physical Science.

LIPI SBII Award diberikan dalam Malam Penghargaan diperhelatan Indonesia Science Expo (ISE) 2017 pekan lalu di Balai Kartini Jakarta. Untuk diketahui, penghargaan tersebut adalah penghargaan yang diberikan oleh LIPI kepada perusahaan-perusahaan yang telah menunjukkan kemampuannya dalam mengembangkan industri berbasis sains. Penghargaan ini diberikan setiap dua tahun sekali.

Sementara, LIPI SBII Award sendiri memiliki dua kategori. Pertama, Life Science, yang diberikan bagi perusahaan-perusahaan yang berasal dari sektor farmasi, bioteknologi, biologi, kosmetika, jamu, agro-industri, dan lainnya. Kedua, Physical Science, yang diberikan bagi perusahaan-perusahaan yang berasal dari sektor kimia, mikroelektronika, energi, elektronika, telekomunikasi, transportasi, dan sebagainya.

Bambang Subiyanto, Pelaksana Tugas Kepala LIPI mengungkapkan, LIPI SBII Award adalah langkah apresiasi LIPI terhadap industri berbasis sains.

“Sains tumbuh dalam lingkungan organisasi yang selalu mendorong proses eksplorasi, namun proses ini haruslah bermuara pada pemanfaatan sains untuk menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat bagi banyak lapisan masyarakat. Dan itu, ada di industri berbasis sains,” jelasnya.

Dikatakan Bambang, Indonesia sebagai negara yang masih dikategorikan follower (pengikut) dalam pengembangan kapasitas ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek), maka perlu ditunjukkan terdapat sejumlah industri yang sukses menjadikan inovasi berbasis sains sebagai sebuah strategi bersaing dalam bisnis.

“Menumbuhkan motivasi pelaku industri untuk memperkuat sains dan kerja sama dalam sains adalah pesan yang dibawa LIPI melalui Anugerah LIPI SBII Award ini,” sambungnya.

Disamping itu, dia berharap melalui penghargaan ini, pihaknya ingin berkontribusi dalam memberikan masukkan pada pemerintah, kriteria dan perusahaan yang patut didukung dalam mendorong tumbuhnya penelitian dan pengembangan (Litbang) di industri dan sinergi yang lebih erat.

“Keunikan penghargaan ini terletak dari kriteria yang digunakan yaitu inovasi berbasis sains, mendorong inovasi berbasis riset dan pengembangan melalui investasi Litbang di dalam perusahaan maupun kerjasama dengan banyak pihak yang berkompeten di riset dan pengembangan dari kalangan Litbang pemerintah dan swasta maupun perguruan tinggi,” jelasnya.

Lokal dan Mancanegara
Lebih lanjut ditambahkan oleh Trina Fizzanty, Kepala Pappiptek LIPI, perusahaan yang dinominasikan dalam LIPI SBII Award ini adalah perusahaan lokal dan mancanegara yang berbasis di Indonesia atau perusahaan dengan kegiatan komersial di Indonesia seperti melakukan aktivitas Litbang dan manufaktur.

“Sebagai catatan, perusahaan mancanegara adalah yang memberikan manfaat ekonomi (tenaga kerja, konten lokal) dan juga yang berinvestasi di Litbang, perusahaan yang memiliki unit Litbang dan secara intensif melakukan penelitian dasar dan terapan untuk memperoleh pengetahuan baru, penemuan atau modifikasi dari teknik dan/atau produk yang sudah ada,” tuturnya.

Oleh karena itu, salah satu indikator yang bisa dijadikan rujukan adalah paten. Kemudian, data perusahaan yang dinominasikan berasal dari Survei Litbang Industri Manufaktur 2016 yang dilakukan oleh Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Dijelaskan Trina, tahun ini merupakan tahun ketiga penyelenggaraan LIPI SBII Award. Anugerah penghargaan itu pertama kali digelar pada 2013 dan diselenggarakan dalam rangka mendorong dan mengapresiasi pihak-pihak industri dalam meningkatkan daya saing melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan.

Pada perhelatan kali ini, LIPI SBII Award menghasilkan enam perusahaan finalis yang terdiri dari tiga dari kategori Life Science, yakni PT Kino Indonesia, PT Kalbe Farma, dan PT Soho Industri Pharmasi.

Dan tiga dari kategori Physical Science, antara lain PT Pupuk Kaltim, PT Pindad (Persero), dan PT Petrokimia Gresik. Dari setiap finalis masing-masing kategori, dipilih satu pemenang dan penerima LIPI SBIIA. (sak)

Bagikan artikel ini