Kampanye Anti Pembajakan Film
HIBURAN

Kampanye Anti Pembajakan Film

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mendukung Kampanye Anti Pembajakan Film sebagai salah satu upaya mengurangi tindakan pembajakan yang merugikan pelaku industri perfilman nasional.

Kampanye Anti Pembajakan Film dilaksanakan di XXI Plaza Indonesia pekan lalu. Acara tersebut merupakan program tahunan Aprofi yang menggandeng Bekraf, Motion Picture Association (MPA), dan jaringan bioskop di Indonesia.

“Kampanye ini merupakan program tahunan dengan menggunakan IP (intellectual property) milik produser anggota Aprofi. Tahun ini, kami menggunakan tema dari film Wiro Sableng yang diproduksi Lifelike Picture dan 20th Century Fox,” kata Ketua Umum Aprofi, Fauzan Zidni.

Video berdurasi sekitar satu menit yang disutradarai oleh Taguh Raharjo dan voice over Marsha Timothy ini akan diputar di jaringan bioskop Cinema XXI, CGV, dan Cinemaxx sebelum penayangan film.

Melalui kampanye ini diharapkan semua elemen masyarakat sadar untuk tidak membajak hasil kreatifitas pelaku industri perfilman mengingat kerugian pembajakan mencapai Rp 1,495 triliun setiap tahunnya.

Tindakan membajak film yang meliputi illegal uploading, file to file sharing dan live streaming, tidak hanya merugikan produser film tapi juga mencederai ekosistem perfilman dan menghambat pertumbuhan industri film Tanah Air.

Dalam kesempatan tersebut, Deputi Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI)dan Regulasi, Ari Juliano Gema, mengatakan ada tiga pihak yang dirugikan dari pembajakan film, yakni produsen, konsumen, dan negara.

Menurut dia, selama ini pemerintah terus berupaya melakukan penanganan pembajakan. Bekraf bekerja sama dengan instansi terkait, yakni Kemenkumham dan Kemkominfo untuk memblokir situs penyedia film bajakan. Tercatat sudah ada 392 situs yang diblokir.

“Tahun ini, untuk memerangi aksi pembajakan akan dibentuk Tim Gabungan yang bekerja sama dengan Ditjen Kekayaan Intelektual, Ditjen Aplikasi Informatika Kemkominfo, Bareskrim Polri dan Kejaksaan Agung yang diharapkan dapat bekerja lebih efektif, baik, dan cepat dalam menangani pembajakan,” ujar laki-laki yang akrab disapa Ajo ini. (sak)