Kapal PLN Cara Hemat Terangi NTT

Kapal PLN Cara Hemat Terangi NTT

Sebagai Agent of Development, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), memiliki tugas untuk terus memeratakan pembangunan. Infrastruktur seperti listrik menjadi salah satu fokus pembangunan pemerintah agar dapat dimanfaatkan secara merata di seluruh negeri.

Salah satu daerah yang belum menikmati listrik secara merata adalah provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), di mana 22 kecamatannya belum mendapatkan listrik. Kondisi belum meratanya listrik ini menjadi tantangan pembangunan bagi BUMN bidang kelistrikan, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero.

Berbagai hambatan dalam pembangunan pembangkit listrik seperti keterbatasan biaya dan sumber energi tidak menyurutkan semangat PLN untuk terus membangun negeri.

Bekerjasama dengan perusahaan asal Turki, PLN telah menyewa dan mengoperasikan kapal pembangkit listrik Leasing Marine Vessel Power Plant (LMVPP) di provinsi NTT untuk 5 tahun ke depan.

Kapal yang beroperasi sejak Januari 2017 ini mampu menghasilkan listrik 60 Mwatt yang langsung dialirkan ke berbagai wilayah di Provinsi NTT. Listrik yang dihasilkan oleh LMVPP selanjutnya mengurangi ketergantungan penyewaan genset serta konsumsi bahan bakar lebih efisien.

Dengan beroperasinya LMVPP, PLN wilayah NTT telah menghemat anggaran sebesar Rp 11 miliar per bulannya. Sebagai informasi tambahan, sampai tahun 2020 PLN tengah membangun beberapa pembangkit listrik tenaga uap di Provinsi NTT yang akan beroperasi dalam waktu dekat.

Diharapkan ke depannya listrik dapat dinikmati di seluruh wilayah NTT tanpa perlu bantuan produksi listrik dari pihak ketiga. (sak)

Bagikan artikel ini