Kejuaraan Paralayang Internasional di Batu

Kejuaraan Paralayang Internasional di Batu

Ratusan atlet paralayang dari berbagai negara siap mengikuti kejuaraan dunia paralayang bertajuk Paragliding Accuracy World Cup (PGAWC) 2018 pada 12-15 Juli 2018 mendatang di Kota Batu.

Saat ini sudah terdaftar sebanyak 143 atlet yang akan mengikuti kejuaraan internasional ini. Mereka berasal dari berbagai negara mulai Asia Tenggara, Eropa Barat, dan Timur Tengah.

“Jumlah itu akan bertambah. Soalnya, pendaftaran masih dibuka sampai sekarang,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Imam Suryono, dalam keterangannya, Senin (25/6).

Sebagai tuan rumah even bergengsi, katanya, Kota Batu berupaya melakukan persiapan secara maksimal. Apalagi sebelumnya sempat terjadi insiden meninggalnya atlet paralayang saat berlatih di Gunung Banyak, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu.

Demi kelancaran dan keamanan pelaksanaan kejuaraan paralayang ini, kata Imam, Dinas Pariwisata Kota Batu telah bekerja sama dengan beberapa pihak, mulai Dinas Kesehatan Kota Batu, aparat Kelurahan Songgokerto, hingga Kepolisian.

“Untuk mengantisipasi insiden yang tidak diinginkan, tentunya kami menyiapkan tim gabungan. Tentunya agar siap menghadapi hal terburuk,” terangnya.

Untuk Venue dan fasilitas pendukung seperti kamar mandi, jelasnya, telah diperbaiki dan dibersihkan. Arena landing juga sudah dipercantik, asri dan nyaman tetapi tetap natura.

Diketahui, PGAWC merupakan kejuaraan paralayang berseri. Ada empat seri dengan melombakan beberapa kategori. Dan Kota Batu sendiri menjadi tuan rumah dalam seri ketiga.

Kota Batu dipilih menjadi tuan rumah kejuaraan dunia ini karena memiliki akses yang mudah. Panitia PGAWC melihat angin di daerah pegunungan di perbatasan Kota Batu dan Kabupaten Malang itu umumnya memang bagus.

“Karena kondisi dan lokasi yang mudah dijangkau dan pendaratan yang bagus. Sarana dan prasarana juga bagus dibandingkan daerah lain,” paparnya. (jnr)

Bagikan artikel ini