Kembangkan Ekonomi Kreatif, Gandeng Filantrop

Kembangkan Ekonomi Kreatif, Gandeng Filantrop

Mencapai visi Indonesia sebagai salah satu kekuatan ekonomi dunia di ekonomi kreatif pada 2030, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menggandeng filantrop. Bekraf menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan para filantrop yang bernaung di bawah lembaga Filantropi Indonesia di acara Indonesia Philanthropy Festival (IPF) 2016. IPF diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC), 6-9 Oktober 2016.

Kepala Bekraf Triawan Munaf mengatakan, penandatangan MoU merupakan upaya pemerintah dalam mengembangkan ekonomi kreatif bekerjasama dengan lembaga nirlaba. “Melalui MoU ini, kami berharap ekonomi kreatif akan semakin berkembang melalui kontribusi Filantropi yang konsisten mengembangkan ekonomi kreatif bersama Bekraf,” ucap Triawan.

MoU ditandatangani Deputi II Bidang Akses Permodalan Bekraf Fadjar Hutomo dan Ketua Filantropi Indonesia Timotheus Lesmana Wanadjaja. Inti MoU berisikan dukungan Filantropi Indonesia terhadap pengembangan ekonomi kreatif.

Filantropi Indonesia adalah lembaga nirlaba yang dibentuk individu, lembaga maupun organisasi nirlaba yang peduli dan berbagi kepada sesama. Lembaga ini bertujuan mencapai target SDGs (Sustainable Development Goals), yaitu agenda pembangunan yang disepakati 193 negara anggota PBB.

Fadjar menyatakan, peran para filantropi cukup besar di dalam usaha Indonesia mencapai target SDGs. Tujuan SDGs adalah mencapai pemerataan kesejahteraan dan keadilan sosial yang berkesinambungan.

“Di samping kebijakan fiskal negara, kemandirian ekonomi kreatif menjadi salah satu pondasi untuk mencapai SDGs,” tegas Fadjar.

Filantropi Indonesia menerapkan cara-cara inovatif dalam menderma untuk bisa lebih efektif dengan melibatkan anak muda dan penggunaan teknologi informasi. Sehingga, kemiskinan dan kelaparan bisa dihapuskan serta kesehatan dan pendidikan bisa dimajukan.

Disamping menandatangani MoU untuk mengembangkan ekonomi kreatif, Bekraf juga mendukung penyelenggaraan IPF 2016. Acara yang digelar 2 tahun sekali ini berisi pameran, konferensi, talk show, dan forum kemitraan, serta field trip ke beberapa proyek Filantropi Indonesia.

Bekraf mengisi beberapa kegiatan IPF, yaitu talkshow bertema ‘Filantropi Untuk Pengembangan Ekonomi Kreatif’ oleh Direktur Akses Non Perbankan Bekraf Sugeng Santoso.

Juga mengadakan plenary session bertema ‘Dukungan Kebijakan Pemerintah untuk Mengoptimalkan Peran Filantropi dan Bisnis dalam Pencapaian SDGs’ oleh Wakil Kepala Bekraf Ricky Joseph Pesik dan break out session dengan tema ‘Mendorong Kebijakan Fiskal untuk Mendukung Peran Filantropi dalam Pencapaian SDGs’ oleh Deputi II Bidang Akses Permodalan Fadjar Hutomo. (sak)

Bagikan artikel ini