Kesenian Sambut Wisman di Surabaya
JALAN-JALAN

Kesenian Sambut Wisman di Surabaya

Kapal pesiar Genting Dream Cruise untuk kelima kalinya mendarat di Kota Surabaya, Jawa Timur. Kapal yang mampu menampung sekitar 6000 orang ini singgah untuk mengantar wisatawan mancanegara (wisman) berkunjung ke beberapa destinasi wisata Kota Pahlawan. Selasa, (23/01).

Kota yang sarat akan destinasi wisata dan nilai historikal menjadi alasan dipilihnya Kota Pahlawan untuk disinggahi oleh kapal pesiar Genting Dream.

Datangnya wisman akan sangat membawa dampak positif bagi warga Kota Surabaya. Khususnya menjadi sumber devisa dan meningkatkan sektor ekonomi, industri serta pariwisata. Wisman tidak hanya sekedar jalan-jalan, namun juga berpotensi untuk berbelanja di beberapa mall Surabaya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya Widodo Suryantoro mengatakan, para wisatawan mancanegara (Wisman) ini berasal dari berbagai negara di Asia, diantaranya Singapura, Malaysia, India, Hongkong dan Thailand.

Sejumlah objek wisata mereka kunjungi, dari Balai Kota Surabaya, Tunjungan Plaza, Museum Kapal Selam, House of Sampoerna, hingga Pantai Kenjeran.

“Total jumlah penumpangnya sekitar 3.000an orang, mereka terbagi menjadi beberapa kelompok. Sekitar 70 orang mereka kami ajak ramah-tamah ke Balai Kota Surabaya, dengan menggunakan dua kendaraan bus,” kata Widodo. Di Balai Kota mereka disambut dengan berbagai kesenian, diantaranya tari remo, tari jaranan dan kesenian reog ponorogo.

Sekitar 20 penari tampil dengan iringan musik gamelan jawa, mereka menyajikan tampilan yang begitu memukau, sehingga membuat para wisatawan ini cukup betah untuk berlama-lama di Balai Kota. Beberapa wisman pun ikut nampak berjoget ria bersama penari mengikuti irama musik tradisional.

Tidak lupa, beberapa pelaku UKM juga turut dihadirkan. Para wisman lantas mengunjungi pameran stand UKM untuk membeli beberapa souvenir khas Surabaya. Hal ini sangat berdampak positif bagi para pelaku UKM dengan meningkatnya income mereka.

Menurut Widodo, pihaknya sengaja membagi wisman kedalam beberapa kelompok tujuan destinasi wisata. Tujuannya, agar mereka bisa lebih kenal beberapa destinasi wisata yang ada di Surabaya.

“Sekitar 2000 wisman berkunjung ke Tunjungan Plaza dan Genteng untuk berbelanja, dan sekitar 500 orang berkunjung ke Musium Kapal Selam dan House Of Sampoerna, selebihnya berwisata ke Pantai Kenjeran,” terang Kadisbudpar.

Menurut Widodo, hal ini dilakukan supaya mereka bisa bercerita ketika mereka kembali ke negara asalnya. Selain sebagai bentuk strategi promosi pariwisata juga merupakan strategi untuk menarik devisa.

“Untuk wisman yang di Balai Kota, kami suguhkan berbagai kesenian, supaya mereka bisa tau seni dan budaya kota kita, termasuk maskot dari Kota Pahlawan, Brand Ambassador seperti Cak dan Ning Surabaya,” ujarnya.

Data Disbudpar menyebutkan, total wisatawan yang mengunjungi Kota Surabaya selama 2017 mencapai 24 juta orang. Sekitar 40% wisatawan berasal dari mancanegara dan sisanya berasal dari wisatawan nusantara. (ita)