Kolaborasi Riset Empat PTN 189 Juta USD

Kolaborasi Riset Empat PTN 189 Juta USD

Dalam rangka meningkatkan kualitas riset di perguruan tinggi Indonesia, Kemenristekdikti melalui Pinjaman Hibah Luar Negeri Islamic Development Bank (PHLN IDB) menyelenggarakan Proyek Pengembangan Empat Universitas (Project 4 in 1).

Dana sebesar 189 juta USD dipergunakan untuk proyek pembangunan Center of Excellence (CoE) bagi empat Universitas Negeri di Indonesia, yaitu Universitas Jember, Universitas Negeri Malang, Universitas Mulawarman di Samarinda dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa di Banten.

Milestone Proyek Pengembangan 4 Universitas ini diharapkan selesai dalam jangka waktu empat tahun. Tahun 2016 diawali dengan persetujuan pendanaan IDB dan penandatanganan Financial Agreement pada 18 Mei 2016 yang dilanjutkan dengan implementasi, advance procurement.

Tahap berikutnya persiapan Soft Program yang berupa panduan pelaksanaan pembangunan, yaitu staff development, curriculum development, research grant dan research consortia. Serta sosialisasi Soft Program di masing-masing universitas.

Tahun 2017 merupakan awal konstruksi dan pelaksanaan Soft Program serta familiarisasi program ke IDB Headquarters. Pengembangan pembangunan bagi ke-4 CoE Universitas ini akan terus berlanjut.

Pada tahun 2018 dilakukan pengadaan peralatan dan pelaksanaan Soft Program berupa penerapan kurikulum di perguruan tinggi penerima Project 4 in 1. Pembangunan diharapkan selesai pada 2019 sejalan dengan penginstalasian semua peralatan gedung CoE.

Pembangunan CoE ini difokuskan untuk ketahanan pangan Indonesia, yaitu meningkatkan kualitas produksi beras Indonesia melalui pengembangan karakteristik genetika sehingga menghasilkan produksi unggulan beras Indonesia.

Kolaborasi riset yang dilakukan oleh empat perguruan tinggi ini berupa pengembangan di bidang Genetic Marker oleh Universitas Jember yang akan jadi Pusat Teknologi Pangan dan Kesehatan. Universitas Negeri Malang pengembangan bidang Genetic Mapping akan jadi Pusat Inovasi Pendidikan.

Universitas Mulawarman mengembangkan Morphological Character jadi Pusat Kajian Tropis untuk bidang tumbuhan dan penyakit. Sedangkan analisis Physicochemical dilakukan Universitas Tirtayasa yang akan jadi Pusat Teknologi Ketahanan Pangan. (sak/foto ristek.go.id)

Bagikan artikel ini