Konsep atmo(s)pharia ala Kimberly Tandra

Konsep atmo(s)pharia ala Kimberly Tandra

Sederhana, elegan dan modern. Tiga kata yang mewakili deretan busana pada seri ke-2 koleksi busana Kimberly Tandra. Dengan menampilkan hitam, biru dan putih sebagai warna utama, desainer muda 17 tahun ini, mengusung konsep langit yang dinamakan atmo(s)pharia.

“Di 45 koleksi yang saya tampilkan di sequence pertama, semua busana memakai warna hitam yang menggambarkan langit pada malam hari. Di sequence kedua dan ketiga, saya fokus dengan warna biru sebagai penggambaran langit pada pagi hari,” kata Kimberly saat konpers setelah fashion show di acara Esmod Fashion, Kota Kasablanka Jakarta, Minggu (29/5).

Ditambahkan Kimberly, digunakan juga aksen warna kuning sebagai hiasan dan gambar beberapa burung yang identik dengan Indonesia. Dan penggunaan sayap kupu-kupu sebagai ide untuk cutting.

“Saya memasukkan gambar burung asli Indonesia, seperti kakaktua dan ekor cendrawasih pada fabric printing dan laser cutting kain untuk memberi kesan unik,” ucapnya.

Koleksi busana bertema langit ini, diakui Kimberly adalah sebagai jawaban atas tantangan unjuk diri pada dirinya yang masih muda dan berstatus mahasiswa di Esmod.

“Untuk menggapai mimpi dan tujuan hidup memang tidak mudah, saya menantang diri saya untuk melakukan hal tidak biasa di tengah kesibukan kuliah yang menyita waktu dan tenaga saya,” papar Kimberly.

Tapi Kimberly mengakui, dirinya tidak bisa mematok harga untuk hasil karyanya ini. “Saya tidak bisa mematok harga standar untuk setiap baju di koleksi saya ini. Karena memang sifatnya customized, tergantung dari pemakainya. Dan saya akan membuat rancangan eksklusif saja untuk membuat saya berbeda dengan perancang lainnya,” tutur Kimberly. (sak)

Bagikan artikel ini