Konser Slank di Hari Lahir Pancasila

Konser Slank di Hari Lahir Pancasila

Dalam rangka memaknai momentum hari lahir Pancasila ke-73 tahun, digelar konser Indonesia Damai bertajuk #PANCASILARUMAHKITA pada Jumat (1/6) mendatang pukul 15.00 wib – 17.30 wib, di Lapangan Pancasila Graha Sabha Pramana UGM.

Kegiatan ini sekaligus meneguhkan jati diri UGM sebagai Universitas Pancasila, Pusat Studi Pancasila Universitas Gadjah Mada bekerja sama dengan Sekber Keistimewaan DIY, Gelora Bahana Patria, KAGAMA, IKA UII dan Pramuka Kwarda DIY.

Band asal ibu kota, Slank, akan memeriahkan konser tersebut dengan diawali penampilan aubade ribuan pelajar dan mahasiswa gabungan lintas sekolah se-Yogyakarta yang dipersembahkan oleh Paduan Suara Gelora Bahana Patria. Selain itu, diramaikan dengan tari Nusantara, orasi tokoh bangsa dan ditutup pentas musik.

Perwakilan Sekber Keistimewaan DIY, Widihasto Wasana Putra, mengatakan peringatan hari Pancasila akan berbeda dengan tahun sebelumnya karena dibuat dengan konsep yang lebih segar. Peringatan 73 tahun hari lahir Pancasila ini diharapkan dapat mendorong dan meneguhkan warga bangsa dalam menjaga Pancasila sebagai hasil konsensus nasional.

“Slank ini banyak penggemarnya dan penggemar itu akan kita edukasi agar ideologinya mengenai Pancasila dapat lebih kuat,” jelas Widihasto, di Pusat Studi Pancasila, Minggu sore (27/5), dikutip Humas UGM.

Widihasto menambahkan Slank tidak hanya akan menghibur penggemarnya di Yogyakarta. Grup band ini menurut rencana akan melakukan pawai andong sehari sebelum pelaksanaan konser yaitu pada 31 Mei 2018.

“Ya mereka akan pawai dengan mengambil rute dari Tugu Pal Putih hingga Kraton Yogyakarta. Setelah itu, Slank akan berbuka puasa bersama di Kraton Yogyakarta,” tambahnya.

Dr Heri Santoso, Kepala Pusat Studi Pancasila UGM, mengungkapkan orasi dalam peringatan hari lahir Pancasila menghadirkan sejumlah tokoh, antara lain Sri Sultan Hamengku Buwono X, Prof Ir Panut Mulyono DEng MEng, Prof Dr A Syafei Maarif, Prof Dr Mahfud MD dan perwakilan mahasiswa. Disamping itu, dalam peringatan hari lahir Pancasila ke-73 ini akan digelar pula kursus dan kongres Pancasila.

Peringatan hari lahir Pancasila kali ini, menurut Heri, bertujuan untuk merawat ingatan kolektif warga bangsa atas konsensus nasional Pancasila. Disamping itu, sebagai upaya ideologisasi nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda.

“Sekaligus sebagai gerakan sinergi lintas kalangan agar tetap menjaga tegaknya NKRI berdasarkan Pancasila serta melawan ancaman dari kelompok-kelompok radikal dan paham-paham yang mengingkari konsensus nasional,” katanya.

Sementara itu, Tim Ahli PSP UGM, Prof Sutaryo menyatakan untuk kursus dan kongres Pancasila akan dilaksanakan selama tiga hari, 16 – 18 Juli 2018. Kursus dan kongres akan mengangkat tema Pancasila sebagai Ideologi Dunia.

Sementara dalam rangkaian kursus dan kongres tersebut juga akan dilaksanakan FGD yang akan diikuti kurang lebih 4.000 rektor perguruan tinggi se-Indonesia. Dalam kursus dan kongres akan dibahas Pancasila sebagai alat pemersatu Indonesia dan dunia.

“Selama 73 tahun banyak negara kagum pada Indonesia yang mampu bertahan. Tentunya kita berharap Pancasila tidak hanya untuk Indonesia, tapi dunia. Bagaimana Pancasila mampu berkontriubusi sebagai dasar pembangunan untuk dunia baru,” tuturnya. (sak)

Bagikan artikel ini