Kopi Arabika Indonesia Rambah Qatar

Kopi Arabika Indonesia Rambah Qatar

Kopi jenis Arabika panenan Jawa Barat mulai merambah pasar Qatar. Komoditas yang dipromosikan dalam Pameran Qatar Hospitality tersebut dianggap sesuai dengan selera pencinta kopi di negara Timur Tengah.

Duta besar RI untuk Qatar Muhammad Basri Sidehabi menyambut baik dan mendukung upaya promosi kopi yang dilakukan PT Javanero, mengingat Indonesia merupakan produsen kopi terbesar keempat di dunia dengan jumlah produksi sekitar 700 ribu ton per tahun.

“Peluang ekspor kopi sangat menjanjikan karena masyarakat Arab khususnya Qatar dikenal sebagai peminum kopi yang semuanya diimpor dari manca negara,” ujar Basri dalam siaran pers kepada media, Sabtu (22/10).

Pameran yang diresmikan Menteri Ekonomi dan Perdagangan Qatar, Sheikh Ahmed Bin Jassim Al-Thani ini merupakan salah satu pameran terbesar di Qatar yang dikunjungi sekitar 10 ribu orang dengan jumlah 132 booth dari mancanegara seperti Qatar, Indonesia, Austria, Bahrain, Tiongkok, Jerman, Mesir, Kuwait, Lebanon, Pakistan dan Turki.

Marketing Manager PT Javanero di Qatar Kamal Kamaludin mengatakan kopi Indonesia telah dikenal di mancanegara, terutama di Amerika Serikat, Jerman dan Jepang sebagai tiga negara tujuan ekspor kopi terbesar Indonesia.

“Beberapa varian kopi Indonesia juga telah digemari di Qatar,” kata Kamal. Perusahaannya juga telah mengekspor komoditas kopi ke negara lainnya seperti New Zealand, Australia, AS, Belgia, Jerman, Belanda, Korsel dan Jepang dengan total ekspor mencapai 1,5 juta USD.

Pada pameran tersebut juga diperagakan prosesi coffee cupping yang dipandu Kemal Kamaludin dihadapan Basri dan konsumen yang mengunjungi stand PT Javanero.

Para pengunjung dari berbagai kalangan yang bergelut di bidang perkopian turut menikmati proses tersebut.

Dalam acara coffee cupping, pengunjung juga terlibat dengan ikut menggerus biji kopi yang sudah digongseng lalu ditempatkan ke dalam beberapa cangkir.

Peserta diminta mencium aroma dari setiap cangkir. Kemudian kopi diseduh dengan air panas suhu sekitar 100 derajat celcius sehingga muncul crust dilapisan paling atas setiap cangkir. Pada tahap ini, peserta juga mencium aroma dari setiap cangkir.

Setelah cupping, peserta mengakui keunikan rasa dan aroma kopi. Digambarkan memiliki rasa segar, nikmat. Dengan rasa manis dan tingkat keasaman seimbang. Serta rasa jeruk yang cukup kental. Barista yang hadir berminat melakukan kerjasama dagang lebih lanjut.

Kamal juga menjelaskan bahwa perusahaannya merupakan anggota Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI).

Berperan pula sebagai Advisory Board untuk Sustainable Coffee Platform of Indonesia (SCOPI), yaitu sebuah program yang diluncurkan bekerjasama dengan pemerintah Swis dan Belanda.

Menurut staf KBRI Doha, Boy Dharmawan, KBRI menggalakkan upaya promosi khususnya untuk produk unggulan seperti komoditas kopi dalam berbagai pameran di Qatar.

Pada April 2016 lalu, stand Indonesia menjadi ikon yang menyedot perhatian masyarakat mancanegara ketika memamerkan binatang luwak hidup guna mempromosikan kopi luwak.

Saat itu ada pameran kopi, My Coffe My Identity yang diadakan di kawasan budaya yang paling terkenal di Qatar, Katara.

Dalam tiga kali acara Wonderful Indonesia di Qatar, KBRI juga kerap mempromosikan produk kopi sebagai salah satu produk andalan Indonesia. (sak)

Bagikan artikel ini