Kopi Arabika Jatim Bisa Capai 10 Ribu Ton

Kopi Arabika Jatim Bisa Capai 10 Ribu Ton

Produksi kopi Jatim jenis Arabika tahun ini ditargetkan meningkat. Jika tahun lalu kisaran 8.000 ton, tahun ini diprediksi meningkat jadi 10 ribu ton. Peningkatan diperoleh dari hasil penambahan luas arela tanam setiap tahunnya.

“Bibit kopi yang ditanam baru bisa panen tiga tahun setelahnya. Hasil penanaman tiga tahun lalu, tahun ini mulai panen. Ini bisa mendongkrak produksi kopi Arabika Jatim hingga mencapai 10 ribu ton,” kata Kepala Dinas Perkebunan Jatim, Moch Samsul Arifien.

Dijelaskan, perluasan areal tanam itu dilakukan di wilayah dataran tinggi, seperti sekitar Gunung Wilis antara Kediri dan Tulungagung. Sebelumnya, pengembangan telah dilakukan di enam daerah yang memiliki dataran tinggi di atas 800 meter di atas permukaan air laut.

Daerah yang menjadi sasaran perluasan lahan kopi Arabika Jatim, Situbondo, Bondowoso dan Jember masing-masing 500 hektar. Selain itu, ada pula perluasan di Kab Malang 300 hektare, serta Lumajang dan Kab Probolinggo masing-masing 100 hektar.

Samsul menganggap, kopi Arabika masih cukup potensial dikembangkan karena harganya yang cukup mahal atau lebih tinggi dari jenis Robusta. “Karena potensial, maka kami terus berupaya mengembangkan produksinya agar meningkat. Dalam beberapa tahun terakhir ini sudah mulai mengembangkan kopi Arabika dengan menanam dua juta bibit baru,” jelasnya.

Pengembangan kopi Arabika juga mendapat rekomendasi Gubernur Jatim untuk ditingkatkan karena permintaan pasar masih tinggi. Upaya dengan memperluas areal tanam juga mendapatkan dukungan Asosiasi Petani dan dilakukan dengan menggandeng Perhutani.

“Produksi kopi Arabika di Jatim masih terbatas. Sementara pasar distribusinya terbuka lebar dan bisa diekspor ke luar negeri. Namun, pengembangan kopi Arabika cukup sulit, karena harus memenuhi persyaratan teknis yakni di atas lahan dengan ketinggian diatas 800 meter,” ujarnya. (sak)

Bagikan artikel ini