Kopi Indonesia Kian Diminati di RRT

Kopi Indonesia Kian Diminati di RRT

Kopi saat ini menjadi komoditas yang semakin diminati di Tiongkok. Berdasarkan paparan market intelligence yang dilansir Konsulat Jenderal Indonesia di Guanzhou, permintaan kopi di Tiongkok saat ini tengah bertumbuh begitu pesat.

Pesatnya pertumbuhan permintaan kopi tersebut menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk meningkatkan pasar non tradisional guna mengurangi defisit perdagangan Indonesia dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

“Kopi semakin populer di RRT karena seiring dengan kebijakan opening up, muncul generasi muda di Tiongkok yang memiliki cita rasa dan gaya hidup berbeda dari generasi sebelumnya. Mereka tertarik dan berani mencoba hal-hal baru. Biasanya mereka ini generasi 1980an ke atas,” kata Konsul Jenderal RI di Guangzhou, Ratu Silvy Gayatri melalui rilis, pekan lalu.

Pada periode Januari-Oktober 2017, kuantitas ekspor kopi dari Indonesia ke Tiongkok mencapai 17 juta kg.

Berdasarkan kajian yang dilakukan Konjen di Guanzhou, RRT diprediksi akan menjadi negara salah satu negara kopi terbesar di dunia mengikuti Jepang.

Situasi di RRT saat ini serupa dengan di Jepang pada tahun 1960an. Dengan penduduk lebih dari 1,3 miliar jiwa dan daya beli yang menguat, industri dan konsumsi kopi di RRT diperkirakan dapat terus tumbuh dan berkembang.

Peluang ekspor kopi ke Tiongkok terbuka begitu lebar karena Kopi Indonesia dikenal memiliki cita rasa dan kualitas yang sangat bagus. Sayangnya keistimewaan kopi Indonesia tersebut banyak yang belum diketahui penduduk Tiongkok.

Untuk itu, berbagai kegiatan promosi kopi Indonesia perlu didukung forum, presentasi dan simulasi (cupping). Saat ini kopi Indonesia yang sudah relatif dikenal di Tiongkok yaitu Mandheling, Toraja, Bajawa, dan Gayo.

Pelaku usaha kopi Indonesia juga dapat meningkatkan harga jual dengan melakukan inovasi pada tahap processing. Dengan demikian, pelaku usaha dapat meningkatkan grade kopi misalnya kopi Toraja dari 86 menjadi 91 sehingga harga jual kopi menjadi lebih mahal di pasar Tiongkok.

Permintaan kopi di RRT yang tengah bertumbuh dengan pesat menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk dapat memanfaatkan peluang besar yang sangat menjanjikan tersebut. (ist)

Bagikan artikel ini