Lifebuoy Peringati Global Handwashing Day

Lifebuoy Peringati Global Handwashing Day

Bertempat di SDN Rawa Barat 05 Jakarta Selatan, PT Unilever Indonesia Tbk. melalui brand Lifebuoy kembali memperingati Global Handwashing Day (GHD) melalui gerakan ”Gabung Aksi Indonesia Merdeka dari Kuman”.

Gerakan ini mengajak sebanyak mungkin masyarakat Indonesia untuk mengedepankan kebiasaan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) sebagai tindakan nyata dalam membebaskan diri dari kuman penyebab infeksi.

Hal ini merupakan bagian dari komitmen Lifebuoy untuk menjadi mitra pemerintah dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya di pilar ketiga sebagai syarat utama pembangunan yang berkelanjutan.

SDGs adalah gerakan global yang dicanangkan oleh United Nations Development Programme untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dunia melalui 17 pilar utama.

SDGs menjadi acuan bagi seluruh anggota PBB, termasuk Indonesia, agar pembangunan di tingkat nasional mampu berjalan selaras dengan peningkatan kualitas hidup manusia dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Salah satu pilar terpenting dari SDGs adalah pilar ketiga, yaitu ‘Kesehatan dan Kesejahteraan’ karena akan berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia sebagai pelaku pembangunan.

Arya Bahupringga selaku Head of Marketing Skin Cleansing & Baby Care PT Unilever Indonesia Tbk. menuturkan, demi membangun Indonesia yang lebih baik melalui pencapaian SDGs, Lifebuoy ingin menjadi mitra pemerintah dalam upaya menjadikan kehidupan masyarakat Indonesia lebih sehat dan sejahtera.

“Oleh karena itu, kami secara konsisten mendukung Kementerian Kesehatan RI dalam mensosialisasikan program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, terutama melalui edukasi kebiasaan CTPS secara lebih luas. Dengan kolaborasi ini, terciptalah sebuah gerakan bersama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui perilaku hidup bersih dan sehat,” papar Arya.

CTPS adalah kebiasaan yang mampu secara efektif memutus mata rantai penyebaran infeksi yang disebabkan oleh kuman. Bahkan, CPTS terbukti mampu menekan angka kematian yang disebabkan oleh bakteri secara signifikan.

Menyadari pentingnya hal tersebut, sejak tahun 2004 Lifebuoy telah memberikan edukasi berkelanjutan dan menyediakan fasilitas CTPS yang memadai melalui berbagai program. Di setiap kegiatan, Lifebuoy juga turut berkolaborasi dengan berbagai pihak sebagai mitra sekaligus agen perubahan.

Hingga saat ini Lifebouy telah menjangkau lebih dari 23,8 juta anak Sekolah Dasar, 71,7 juta ibu beserta anggota keluarganya, dan 1.000 Rumah Sakit di seluruh Indonesia.

“Di tahun 2020 nanti, kami memiliki target untuk mencapai 100 juta tangan sehat Indonesia, sebagai bagian dari program Unilever Sustainable Living Plan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan 1 milyar orang pada 2020 secara global,” lanjut Arya.

Direktur Kesehatan Keluarga Kemenkes Dr Eni Gustina MPH mengapresiasi komitmen jangka panjang Unilever dalam mendukung program PHBS yang dijalankan Kemenkes. Melalui komitmen ini, Unilever tidak hanya membantu pemerintah dalam pencapaian SDGs di pilar ketiga, namun juga pilar keempat dalam bentuk edukasi yang berkualitas, dan juga pilar keenam melalui penyediaan air dan sistem sanitasi yang bersih dan higienis.

“Bersama-sama, kita budayakan perilaku bersih dan sehat menuju Indonesia yang lebih maju dan sejahtera,” ujar Eni Gustina. (sak)

Bagikan artikel ini