Lima Owa Jawa Dilepas di Gunung Puntang

Lima Owa Jawa Dilepas di Gunung Puntang

Sebanyak lima ekor Owa Jawa (hylobates moloch) yang didapat dari masyarakat, dilepasliarkan di alam bebas Hutan Lindung Gunung Puntang Kecamatan Cimaung Kabupaten Bandung.

Pelepasliaran Owa Jawa ini dilakukan di gunung tersebut karena memang hutan tersebut adalah habibat yang cocok dengan kondisi alam relatif masih baik.

“Pemilihan Gunung Puntang sebagai tempat pelepasliaran Owa Jawa karena memang habitatnya cocok. Kondisi alamnya juga masih bagus dengan makanan yang banyak,” kata salah seorang pendiri Yayasan Owa Jawa, Sunaryo di lokasi pelepas liaran di blok 31 Gunung Puntang, beberapa waktu lalu.

Dikatakan Sunaryo, keanekaragaman hayati di hutan lindung ini sangat menunjang untuk keberlangsungan hidup satwa tersebut. Di hutan ini banyak terdapat pohon rasamala yang biasa dikonsumsi pucuknya oleh Owa Jawa, begitu juga dengan buah buahan di hutan ini sangat cocok menjadi makanannya.

Keanekaragaman hayati di Gunung Puntang ini sangat cocok untuk hidup dan berkembang biak Owa Jawa. Pepohonan seperti rasamala ini sangat disukai oleh Owa Jawa untuk dimakan pucuknya.

“Sehingga Gunung Puntang dipilih untuk dijadikan sebagai habitat Owa Jawa. Jika dilepasliarkan di hutan yang habitat Owa Jawanya banyak ditakutkan mereka tertular penyakit oleh Owa Jawa hasil rehabilitasi dan memang di hutan ini jumlahnya belum banyak,” ujarnya.

Sunaryo melanjutkan, sejak 2013 lalu, sedikitnya 40 ekor Owa Jawa hasil rehabilitasi kembali dilepasliarkan di Hutan Lindung Gunung Puntang ini. Hewan primata monogami yang dilindungi ini hasil penyerahan dari masyarakat. Berdasarkan pengamatannya, sampai saat ini masih ada, bahkan sesekali terlihat anak dari Owa Jawa yang di lepas liarkan.

Kata dia, dari hasil survei yang pernah dilakukannya keberadaan Owa Jawa yang tersebar dari Ujung Kulon sampai Purwokerto jumlahnya tinggal sekitar 2.000-3.000, statusnya sekarang sudah warna merah atau mendekati kepunahan.

Sehingga, ia mengajak masyarakat untuk turut serta mengkonservasi, jika masyatakat mengetahui ada warga yang memelihara Owa Jawa untuk melaporkannya kepada petugas. “Kami harap 10 tahun ke depan jumlahnya semakin banyak. Gunung Puntang cocok sekali, terbukti ada Owa Jawa yang beranak disini,” katanya.

Direktur Utama Perum Perhutani Denaldy menambahkan, kawasan hutan lindung Perhutani merupakan habitat Owa Jawa. Pihaknya berkomitmen turut melestarikan Owa Jawa dan mempertahankan habitatnya.

Perhutani telah membuktikan kepada masyarakat nasional maupun internasional bahwa kepedulian kepada satwa-satwa yang dilindungi dan terancam punah dilakukan secara nyata. “Keberhasilan konservasi Owa Jawa maupun satwa lainnya, ini juga sangat berkaitan dengan dukungan dan peran serta masyarakat sekitarnya,” ujarnya. (sak)

Bagikan artikel ini