Listrik dari Pintu Halte TransJakarta

Listrik dari Pintu Halte TransJakarta

Dua mahasiswi Universitas Indonesia berhasil mengembangkan Droplock ‘Turnstile Gate’ yaitu pintu tiga kaki yang mampu menghasilkan energi listrik.

Bahkan produk inovatif mahasiswa UI ini meraih penghargaan di tingkat dunia. Keduanya adalah Nabila Astari dan Stephanie Rawi, tercatat sebagai mahasiswa Teknik Mesin Fakultas Teknik UI (FTUI) angkatan 2013.

Alat yang mereka buat mampu mengonversikan energi yang terbuang dari putaran pintu tiga kaki di Halte TransJakarta menjadi energi listrik yang sanggup memenuhi kebutuhan listrik di halte.

Berkat gagasannya, Nabila dan Stephanie yang tergabung dalam tim Scarf UI ini berhasil meraih predikat Juara Dua Dunia pada ajang Kompetisi Go Green City Schneider Electric 2016 mewakili Indonesia di Paris pada September 2016 lalu.

Nabila mengaku, gagasan awal temuan ini berangkat dari aktivitas yang dilakukan penumpang TransJakarta saat men-tap kartu akses masuk halte TransJakarta. Saat melewati pintu tiga kaki, terdapat gerakan berputar yang menghasilkan energi. Energi yang terbuang tersebutlah yang dimanfaatkan kedua mahasiswa UI ini untuk dikonversikan menjadi energi listrik.

“Kami menciptakan sebuah kotak berukuran sedang yang didalamnya terdapat sistem mekanikal untuk mengoptimalkan pendapatan listrik. Sistem mekanikal tersebut dirangkai dan diletakkan ke dalam pintu putar tiga kaki sehingga mampu menghasilkan energi ke generator dan mengonversikannya menjadi energi listrik,” ungkap Nabila.

Ia menambahkan, mereka sudah melakukan kalkulasi, jika diimplementasikan, alat ini mampu menghasilkan listrik hingga 15 kwh/hari. Dengan demikian, energi listrik tersebut akan mampu menghidupi perangkat card reader yang dipakai untuk membaca kartu akses masuk penumpang.

Sedangkan sisa energi listrik yang dihasilkan dapat juga dimanfaatkan untuk charging spot, televisi, lampu maupun menyalakan listrik satu halte.

Saat ini, kata Nabila, timnya telah mengajukan kerjasama dengan pihak TransJakarta. Mereka pun telah menyambut dengan baik gagasannya tersebut.

“Alat ini tidak hanya bisa dipakai halte TransJakarta melainkan di area layanan publik lainnya yang menggunakan pintu putar tiga kaki seperti stasiun dan tempat wisata,” ungkapnya.

Ia berharap, kedepannya ada penelitian lanjutan terhadap alat ini agar menjadi lebih efisien dan dapat diproduksi massal serta didistribusikan ke seluruh Indonesia dan atau bahkan dunia.

Pada ajang Kompetisi Go Green City Schneider Electric 2016 tersebut, tim Scraft UI berhasil mengungguli tim Holoenergy dari Brasil yang meraih Juara ke-3. Sedangkan juara pertama diraih tim Anemoi dari Jerman.

Sebelum berangkat ke tingkat dunia, Nabilda dan Stephanie berhasil unggul di tingkat nasional dan Asia dengan berhasil mengalahkan 9 tim yang berasal dari Korea, Jepang, Taiwan, Thailand, Vietnam, Philipina, Singapore, Malaysia, dan Myanmar. Prestasi membanggakan ini tentunya turut membawa harum nama bangsa Indonesia. (sak)

Bagikan artikel ini