Lokalisasi Terakhir di Jatim Ditutup

Lokalisasi Terakhir di Jatim Ditutup

Jawa Timur kini dinyatakan daerah bersih prostitusi. Kota Mojokerto menjadi tempat terkahir penutupan lokalisasi saat Gubernur Jatim Soekarwo menghadiri Deklarasi Mojokerto Bersih Prostitusi. “Hari ini penutupan lokalisasi terakhir di Jawa Timur. Dengan demikian dapat dinyatakan Provinsi Jawa Timur bersih dari prostitusi,” tegas Soekarwo.

Deklarasi Kota Mojokerto dan Provinsi Jawa Timur Bersih Prostitusi diucapkan dan ditandatangi beberapa elemen masyarakat. Mulai perwakilan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, pengusaha perhotelan, pengelola kos-kosan, organisasi wanita.

Setelah penandatangan, dilakukan penyerahan bantuan biaya hidup bagi warga terdampak eks lokalisasi Balong Bangkring Kota Mojokerto, secara simbolis. Bantuan diberikan pada 1.137 KK masing-masing sebesar Rp 3 juta.

Menurut data Provinsi Jawa Timur 2011, tercatat 47 lokalisasi dengan penghuni 7.127 PSK yang tersebar di beberapa kabupaten/kota, termasuk Gang Dolly di Surabaya.

Gubernur mengapresiasi berbagai pihak yang bersama-sama mendeklarasikan Kota Mojokerto dan Provinsi Jawa Timur bersih dari prostitusi. “Ini wujud implementasi kegotong royongan dan keguyuban para ulama, umaro dan masyarakat Jawa Timur dalam rangka amar ma’ruf nahi mungkar. Menyelesaikan permasalahan kemaksiatan secara humanis dan penuh kedamaian,” kata Pakde Karwo, sapaan akrabnya.

Pakde berpesan pada Walikota dan masyarakat Kota Mojokerto, ada tugas menghadang di depan. Penanganan pasca deklarasi dan pengawasan intensif agar tidak terjadi atau bermunculan wisma dan warung remang baru yang dapat menumbuhkan prostitusi gaya baru.

“Pemerintah provinsi bersama kabupten/kota terus memantau keberadan eks lokalisai dan memantau apa yang diperlukan para eks PSK serta memperbanyak pendidikan kejuruan dan memperluas lapangan perkerjaan,” katanya lagi. (it/foto humas pemprov jtm)

Bagikan artikel ini