Lombok Kembali Diguncang Gempa
KOMUNITAS PERISTIWA

Lombok Kembali Diguncang Gempa

Provinsi Nusa Tenggara Barat kembali diguncang gempa hingga magnitudo 7,0 Skala Richter (SR), hari Minggu (19/8). Menurut Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM), gempa tersebut masih merupakan gempa susulan dari gempa utama 7,0 SR yang mengguncang 5 Agustus lalu.

Gempa susulan pertama terjadi pukul 11:06:13 WIB, di lokasi 8,29′ LS dan 116,62′ BT dengan magnitudo 5,4 SR pada kedalaman 10 km, 25 km arah timurlaut Lombok Timur.

Gempa bumi susulan berikutnya terjadi 4 menit kemudian yaitu pada pukul 11:10:22 WIB di lokasi 8,24′ LS dan 116,66′ BT, dengan magnitudo 6,5 SR pada kedalaman 10 Km, berjarak 32 km timurlaut Lombok Timur.

Gempa bumi ketiga terjadi pada pukul 21:56:27 WIB dengan lokasi pusat pada 8,28′ LS dan 116,71′ BT pada kedalaman 10 km, dengan magnitudo 7,0 SR, 30 km timurlaut Lombok Timur.

Gempa bumi keempat terjadi pada pukul 22:16:37 WIB di lokasi 8,35′ LS dan 116,51′ BT pada kedalaman 10 km, dengan magnitudo 5,6 SR, 18 km baratlaut Lombok Timur.

Gempa kelima terjadi pukul 22:28:59 WIB pada lokasi 8,30′ LS dan 116,56′ BT pada kedalaman 10 km, magnitudo 5,8 SR, 23 km baratlaut Lombok Timur.

Gempa bumi keenam terjadi pada pukul 23:25:00 pada koordunat 8,50′ LS dan 11,85′ BT, pada kedalaman 10 km dengan magnitudo 5,0 SR.

Saat laporan dibuat gempa bumi ini telah menimbulkan bangunan roboh dan kebakaran di wilayah Pulau Bugin, Kecamatan Alas, Sumbawa Besar akibat arus pendek listrik. Gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.

PVMBG memperkirakan penyebab gempa bumi berdasarkan posisi dan kedalamannya sumber gempa bumi berasosiasi dengan zona pensesaran naik ( Flores back- arc Thrust) yang berarah relatif barat-timur.

Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari pemerintah daerah dan BPBD setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.

Gempa bumi susulan diharapkan lebih kecil dari gempa bumi utama, namun masyarakat diharapkan agar tetap waspada.

Kementerian ESDM saat ini sudah menyiagakan Tim Emergency Response Group (ERG) yang berasal dari 22 perusahaan tambang Indonesia di berbagai lokasi di lokasi terdampak bencana untuk memberikan bantuan.

Tim ERG yang saat ini sudah bergabung memiliki kemampuan mencari atau rescue sebanyak 118 orang, dokter 27 orang, paramedis 10 orang serta 2 anjing pelacak. Tim ERG akan terus bersiaga di wilayah bencana gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan mendirikan posko di Kabupaten Pemenang.

Selain Tim ERG, di lokasi bencana juga sudah ada tim tanggap darurat (TTD) Badan Geologi, Kementerian ESDM yang terdiri dari Tim Gunungapi, Gempa Bumi dan Air Tanah.

Ketiga tim TTD tersebut memberikan bantuan sesuai dengan kompetensi mereka seperti Tim Air Tanah yang memberikan bantuan sarana air bersih bagi masyarakat dan pengungsi. (sak)