L’Oreal Dongkrak Peneliti Perempuan

L’Oreal Dongkrak Peneliti Perempuan

Hanya sekitar 30 persen peneliti di Indonesia perempuan. Hal ini terjadi karena minimnya perempuan melanjutkan studi hingga doktoral. Melalui sosialisasi For Woman in Science (FWIS), L’Oreal mendongkrak semangat penelitian bagi perempuan Indonesia.

Program kepedulian sosial perusahaan atau CSR yang ditawarkan perusahaan L’Oreal terdiri dari tiga program beasiswa bagi perempuan peneliti.

Pertama adalah FWIS, program tahunan sejak 2004 untuk perempuan peneliti muda yang mendedikasikan diri untuk mengembangkan inovasi ilmiah. Selain itu, inovasi tersebut sebagai bentuk kontribusi pada pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

FWIS ini dihelat hanya untuk perempuan peneliti bergelar doktoral atau setara PhD. “Program ini membuka dua jalur, melalui paper Life Science dan Material Science. Pemenangnya akan mendapatkan hadiah 80 juta rupiah,” ujar salah satu dewan juri, Ovida Nomia kepada media di Insitut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Selain FWIS, L’Oreal juga menawarkan program Sorority in Science (SIS). Program ini menargetkan mahasiswa yang membutuhkan dana untuk belajar atau memilih sains sebagai karir masa depan. SIS ini memberikan beasiswa kepada mahasiswa S-1 termasuk ITS senilai Rp 20 juta tiap bulannya.

Ovida yang juga Corporate Communications Manager L’Oreal Indonesia menambahkan program ketiga adalah L’Oreal Girls in Science (LGIS). Lebih muda lagi, program ini menembak siswi SMA agar tertarik memilih sains sebagai jurusan dan karir di masa depan.

Dr Harus Laksana Guntur ST M Eng, perwakilan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITS menanggapi positif program ini. Pihaknya berterima kasih kepada L’Oreal sebagai perusahaan yang peduli dengan sains.

“Menurut saya, di ITS ini justru penghasil jurnal keilmiahan terbanyak perempuan. Harapan saya saja, agar L’Oreal bisa meningkatkan kuota penerimaan peneliti wanita terpilih, juga jumlah dananya,” tutupnya sambil tersenyum. (sak/foto humas its)

Bagikan artikel ini