Menghidupkan Lagi Swiss Van Java

Menghidupkan Lagi Swiss Van Java

Pemkab Garut menyambut baik rencana PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang akan mereaktivasi jalur non aktif Kereta Api (KA) jurusan Cibatu-Garut hingga Cikajang. Kehadiran moda transportasi massal itu diharapkan mengembalikan identitas Garut sebagai Swiss Van Java.

Wakil Bupati Garut Helmi Budiman mengatakan, kehadiran KA akan ikut mendongkrak pertumbuhan ekonomi Garut. Pasalnya, sepanjang 2015 laju pertumbuhan ekonomi Garut menjadi yang terbelakang di Jawa Barat karena hanya 4,2%. Ketika hanya mengandalkan armada angkutan jalan raya akan sulit mengejar ketertinggalan yang ada.

“Selain itu, KA cocok untuk mengangkut hasil pertanian. Karena mayoritas penduduk Garut adalah petani dan pertanian di Garut berada di pegunungan,” ucapnya.

Karenanya, pada Juli 1930 saat jalur KA Garut-Cikajang dibuka, sejumlah tokoh dunia menyamakan Garut dengan Swis karena bisa dilintasi KA meski di dataran tinggi.

“Swiss itu terkenal karena dataran tinggi yang bisa ditempuh menggunakan KA. Begitu juga Garut dulu sejarahnya ketika orang turun di Garut bisa melihat ketinggian Gunung Papandayan dan hotel,” ucapnya.

Pada 1927 dan 1935, bintang komedian Hollywood, Charlie Chaplin pernah berkunjung ke Garut. KA hadir di Garut pada era pemerintah Hindia Belanda dengan tujuan sebagai alat pengangkutan hasil bumi seperti teh, karet, kentang, kayu dan kina. (ist)

Bagikan artikel ini