Mengolah Sampah untuk Kemajuan Sekolah

Mengolah Sampah untuk Kemajuan Sekolah

Lima mahasiswa Universitas Airlangga yang tergabung dalam tim Program Kreatif Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat (PKMM) berhasil menerapkan sistem 3R (Reuse, Reduce dan Recycle) kepada siswa-siswi SDN Sidotopo IV/51 Surabaya, sehingga mampu berfokus pada pendidikan berkarakter dengan meningkatnya keperdulian terhadap lingkungan (pengelolaan sampah) dan peningkatan minat baca.

Lima mahasiswa tersebut adalah Dede Wulanita Sari (ketua tim), Lia Dwi Lestari, Nyayu Erika Sofiah Junaidi, Sharah Nuzila Ramadhani, dan Fatmah Sapta Dewi, semuanya mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unair.

Metode yang diterapkan pada pengabdiannya itu dinamai ”S-Banking”, yaitu salah satu pengembangan dari program yang dicanangkan oleh Walikota Surabaya Tri Rismaharini, yakni Merdeka dari Sampah (MDS) tahun 2018.

Menurut Dede Wulanita Sari, dengan adanya program tersebut kini siswa-siswi SDN Sidotopo IV/51 Surabaya mampu untuk memilih dan memilah antara sampah organik dan anorganik. Setelah dipilah, sampah itu diolah sesuai dengan jenisnya. Untuk sampah organik (dedaunan kering, kulit buah, sisa bahan makanan) diolah menjadi pupuk kompos.

”Pupuk tersebut selanjutnya dijual atau dipakai sendiri. Hasil penjualan pupuk bisa digunakan untuk melengkapi pengembangan perpustakaan,” tambah Dede Wulanita.

Padahal sebelumnya, SDN IV/51 Sidotopo dalam menjalankan visi pendidikan berkarakternya mengalami berbagai kendalan. Antara lain rendahnya kesadaran siswa membuang sampah pada tempatnya, selain minimnya tong sampah sehingga sampah relatif berceceran. Kemudian menampungan sampah organik dan anorganik menjadi satu dan membakarnya di ruangan terbuka sehingga beresiko terhadap kesehatan.

Selain itu juga menghadapi kendala terbatasnya fasilitas perpustakaan yang membuat minat baca siswa juga rendah. Ini akibat minimnya koleksi buku perpustakaan yang sebatas mengutamakan buku bantuan BOSDA. Kini dengan kreativitas Dede Dkk telah berdiri perpustakaan MENGKUDU.

”Karena pihak SDN IV/51 Sidotopo berharap ada suatu program yang dapat menyelesaikan permasalahan dan membantu proses belajar mengajar yang mewujudkan pendidikan berkarakter, maka kami melakukan program PKMM ini,” tambah Dede Wulanita.

Perpustakaan Mengkudu
Keberhasilan Dede dkk itu kemudian dilaporkan dalam karya tulis “Dahwah Sehat”. Dibawah bimbingan dosen Unair Dr dr Atik Choirul Hidajah MKes, proposal tersebut lolos untuk memperoleh hibah penelitian dari Kemenristekdikti untuk program PKM 2018.

Sekarang di SDN ini, sampah anorganik baik itu botol bekas, kardus, kaleng, botol kaca dll, dikumpulkan oleh siswa dan akan dibawa ke S-Banking dalam setiap minggunya untuk ditimbang dan dijual. Uang hasil penjualan sampah tidak langsung diberikan berupa uang, tetapi ditabung yang dapat diambil setiap semester untuk keperluan sekolah.

Dari pengelolaan sampah ini sekolah mendapat tiga keuntungan, yaitu lingkungan menjadi bersih dan nyaman, mengajari siswa rajin menabung, serta meningkatkan minat baca sehingga akhirnya terbentuk Perpustakaan MENGKUDU.

Perpustakaan MENGKUDU merupakan sistem perpustakaan untuk meningkatkan minat baca dengan mengajak siswa berperan aktif dalam menambah koleksi buku dan menggunakan metode pembelajaran yang disukai melalui pendidikan fun teaching.

”Respon sekolah sangat mendukung dengan adanya program kami ini, bahkan berencana untuk memasukkan ke dalam kurikulum pembelajaran pada semester berikutnya,” kata Dede Wulanita Sari.

Kedepan, melalui program S-Banking ini diharapkan dapat mendukung program MDS (merdeka dari sampah), meningkatkan kepedulian siswa untuk menjaga lingkungan, dan menambah motivasi belajar siswa dengan terwujudnya perpustakaan mengkudu.

”Kami berharap program S-Banking ini dapat menjadi rolemodel alternative bagi Sekolah Dasar lainnya untuk meningkatkan pendidikan kharakternya,” imbuh Dede. (ita)

Bagikan artikel ini