Mentan Andi Amran Sulaiman Digelari “Tuanku Besar Palinduang Bumi”

Mentan Andi Amran Sulaiman Digelari “Tuanku Besar Palinduang Bumi”

Menteri Pertanian (Mentan) Dr Ir H Andi Amran Sulaiman MP dianugerahi gelar sangsako adat Tuanku Besar Palinduang Bumi oleh Daulat Yang Dipertuan Rajo Alam Minangkabau Pagaruyung Darul Qorror, Sultan Muhammad Taufiq Thaib Tuanku Mudo Mahkota Alam.

Penganugerahan dilaksanakan di Istano Silinduang Bulan Pagaruyung, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar), Sabtu (28/5) lalu. Selain itu, isterinya Ny Martati Amran Sulaiman, juga diberi gelar sangsako adat, Puan Puti.

Sultan Taufiq Thaib mengatakan pemberian gelar sangsako adat diberikan kepada Amran karena sebagai Mentan mempunyai posisi dan fungsi sangat besar dalam meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan rakyat Indonesia, karena sebagian besar bekerja bidang pertanian.

Selain itu, pria kelahiran Bone 27 April 1968 ini masih keturunan keluarga besar Kerajaan Bone, Sulawesi Selatan. Antara Kerajaan Pagaruyung dan Kerajaan Bone terjalin hubungan erat, ditandai dengan kedatangan Raja Bone Arumpone Arung Palakka atau disebut Paduka Sri Sultan Saaddudin ke Kerajaan Minangkabau di Pagaruyung pada abad XVI.

Saat kembali ke Bone, Raja Kerajaan Pagaruyung Sultan Ahmadsyah memberi hadiah Payung Panji Kebesaran berwarna kuning emas pada Raja Bone. Payung Panji itu masih tersimpan di Pendopo Istana Bone sampai sekarang.

Disamping itu, Ikatan Cendekiawan Keraton Nusantara (ICKN) dan Yayasan Persaudaraan Raja-Raja dan Sultan Nusantara (Yarasutra), juga mengusulkan agar memberikan gelar kehormatan kepada alumnus Universitas Hasanuddin ini.

Thaib menyebutkan, gelar adat diberikan setelah diputuskan dalam rapat Lembaga Tertinggi Pucuk Adat Alam Minagkabau yang terdiri dari ratusan kerajaan sapiah balahan, kuduangkarata, kapakradai dan timbangpacahan yang terdapat di Nusantara dan negara tetangga.

Terdapat tiga jenis gelar adat di Minangkabau, yang berbeda sifat, yang berhak memakai dan cara pengunaannya yakni Gala mudo (Gelar muda), Gala sako (Gelar pusaka kaum), Gala sangsako (Gelar kehormatan).

“Gala Sangsako merupakan gelar kehormatan yang diberikan kepada seseorang yang berjasa, berprestasi yang mengharumkan Minangkabau, agama Islam, bangsa dan negara serta bermanfaat bagi warga Minangkabau,” ujar Thaib. (sak)

Bagikan artikel ini