Menteri Susi Apresisiasi Kapal Bambu ITS

Menteri Susi Apresisiasi Kapal Bambu ITS

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengapresiasi hasil karya Dosen Perkapalan ITS Surabaya, Heri Supomo terkait inovasi dengan kapal berbahan bambu teknik laminasi atau penggabungan bilah bambu hingga membentuk papan atau balok. Teknologi tersebut adalah yang pertama kalinya di dunia.

Dalam keterangan pressnya, Susi mengatakan, inovasi yang bagus dan ini juga sebuah pilihan pada saat hutan sudah habis. Kayu tidak ada karena makin mahal dan nelayan memerlukan kapal-kapal ukuran seperti ini. Jadi sangat bagus.

Sesuai namanya, Baito Deling berasal dari Bahasa Jawa, ‘baito’ yaitu kapal atau perahu, sedangkan ‘deling’ yaitu bambu. Baito Deling 001 ini memiliki dimensi panjang 6 meter, lebar 2,2 meter, dan tinggi 0,8 meter, dan mampu berlari hingga 7 knot, dengan daya tampung 2 GT. Baito Deling 001 juga dilengkapi 10 kursi duduk yang cukup nyaman.

“Saya berharap ini bisa difinalisasi menjadi sebuah produk. Jadi bukan hanya sekedar prototype trial, tapi dicoba benar supaya bisa diaplikasikan dan diimplementasikan,” ujarnya.

Menteri Susi berpendapat, inovasi ini dapat dijadikan solusi atas mahalnya bahan baku kayu yang dibutuhkan nelayan untuk membuat kapal. “Jadi bambu tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk membuat angklung, tapi juga dapat digunakan untuk membuat kapal,” lanjutnya.

Ia mengatakan, penggunaan bahan bambu rentan terhadap kelembaban sehingga dibutuhkan perlakuan dan penanganan yang baik dan tepat.

Menteri Susi menyadari, memang tak semua produk baru mudah diterima masyarakat. Oleh karena itu dibutuhkan sertifikasi untuk menjamin mutunya.

“Selama ini banyak karya anak bangsa terhambat sertifikasi karena sertifikasi sering dimanfaatkan oknum-oknum tidak bertanggung jawab,” tuturnya.

Oleh karena itu, Menteri Susi ingin dilakukan sertifikasi yang benar karena di era globalisasi ini setiap negara membutuhkan sertifikasi untuk melindungi karya anak bangsa. “Negara dengan produksi yang bagus, kualitas dan efisiensi (produk) bagus akan sukses,” ia meyakinkan.

Rektor ITS Prof Joni Hermana mengungkapkan, investor kapal telah mempresentasikan kapal di Inggris dan kapal tersebut telah dinyatakan sebagai kapal pertama di dunia dengan penggunaan bambu seluruhnya.

Ia juga mengatakan, kesiapan ITS untuk memproduksi kapal ini secara massal sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, pencipta kapal Heri Supomo mengatakan, kapal bambu tersebut lebih cocok digunakan sebagai kapal wisata. Bahkan menurutnya sudah ada beberapa investor yang menawarkan diri.

“Pariwisata yang pertama kali yang memesan kita sudah lakukan studi desain. Ini untuk di Karimun Jawa, ada di Lombok dan Pulau Komodo. Setelah studi didesain nanti akan dibangun,” kata Heri. (jnr)

Bagikan artikel ini