Minuman Alkohol, Perlu Penanganan Serius

Minuman Alkohol, Perlu Penanganan Serius

Terkait maraknya peredaran minuman beralkohol (mihol) saat ini, baik dalam bentuk oplosan maupun dalam bentuk lain menimbulkan respon dari berbagai kalangan yang menekuni masalah tersebut. Banyak tokoh yang menanggapi hal tersebut secara serius. Pasalnya, mihol dapat membawa dampak yang sangat buruk baik bagi psikis maupun fisik manusia.

Dr MG Bagus Ani Putra, salah satu dosen Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (Unair) juga turut memberikan komentarnya mengenai hal tersebut. Menurutnya, mengonsumsi mihol akan berdampak pada menurunnya kesadaran dan kontrol seseorang terhadap dirinya sendiri.

“Hal tersebut juga akan memengaruhi emosinya yang menjadi tidak setabil sehingga mereka tidak memikirkan konsekuensi atau akibat dari kelakuannya tersebut,” tambah dosen kelahiran Yogyakarta tersebut.

Lebih lanjut, Bagus juga mengatakan mihol juga akan menimbulkan dampak bagi para pengonsumsi seolah-olah keberaniannya meningkat. Padahal, tambahnya, hal itu adalah efek dari emosi yang tidak terkontrol dan kesadaran yang menurun. Yang kemudian akan menuntun peminum mihol untuk melakukan tindakan kriminal.

“Ada hubungan timbal balik dari efek mihol pada fisik dan juga psikis pengonsumsinya. Hal inilah yang menjadi penyebab peminum mihol cenderung mempunyai agresifitas yang tinggi dan cenderung melakukan tindakan kriminal,” jelasnya.

Ketua Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat Unair tahun 2013-2015 itu menambahkan, walaupun mihol tersebut hanya dikonsumsi sedikit namun dampaknya akan mengenai saraf dan merusak saraf tersebut sedikit demi sedikit. Kemudian jika pengonsumsi terus meminum mihol semakin banyak maka akan dapat menyerang otak.

Selain itu, tambahnya, pengonsumsi mihol juga akan menimbulkan emosi yang meledak-ledak, anti sosial, dan apatis karena terjadi penurunan kesadaran. “Maka pada akhirnya kerusakan fisik akut tersebut akan menyebabkan kematian,” tegasnya.

Oleh karena itu, Bagus memberikan saran agar mihol tidak memakan korban lebih banyak lagi. Menurutnya, masyarakat sekitar dan keluarga memiliki andil yang cukup besar. Masyarakat dan keluarga harus ikut serta mengawal penegakkan Perda Miras dengan cara social punishment. Yaitu mengucilkan dan melaporkan peminum, pengoplos, dan pengedar mihol kepada pihak yang berwajib. Dengan begitu sedikit demi sedikit korban dari mihol itu sendiri akan berkurang.

Tidak hanya itu, pihak yang juga memiliki peran paling penting adalah sekolah. Dengan memberikan pendidikan mengenai bahaya mihol maka siswa tidak akan terjerumus kepada hal tersebut. “Sekolah adalah wadah pendidikan untuk menyadarkan kawula muda pelajar agar tidak terjerumus mihol,” pungkasnya. (ita)

Bagikan artikel ini