Mita, Termuda di Tim Voli Paralympic

Mita, Termuda di Tim Voli Paralympic

Menjadi pemain paling muda di tim voli putri paralympic Indonesia membuat Nina Gusmita (19 tahun) merasa bangga bisa bermain bersama para seniornya di ajang Kejuaraan Dunia ParaVolly Perempuan 2019 di Chengdu, China.

Ajang internasional pertamanya ini akan dijadikan pelajaran untuk menimba ilmu sebagai persiapan di Asian Para Games bulan Oktober mendatang.

Baru dua tahun bergabung bersama tim putri Paralympic Indonesia pada tahun 2016 tidak disia-siakan oleh Mita–panggilan akarab Nina Gusmita.

Dengan usainya yang masih muda, Mita–sapaan akrab Nina Gusmita merasa masih banyak ilmu yang harus diterpa untuk bisa membuahkan prestasi baginya, salah satu ketika bermain di ajang Asian Para Games nanti.

Bagi perempuan cantik kelahiran Medan 08 Agustus 1999, ajang Asian Para Games adalah kesempatan emas bagi dirinya untuk memberikan prestasi terbaiknya sebagai atlet voli paralympic, apalagi Indonesia menyandang predikat sebagai tuan rumah.

“Awal bergabung dengan tim voli parlympic saya sempat kurang percaya diri karena paling muda sendiri, dan seniornya pasti memiliki kualitas yang bagus. Namun rasa itu akhirnya saya hilangkan, karena saya berniat untuk belajar dengan mereka agar bisa menyumbangkan prestasi untuk tim ini,” kata Mita.

Olahraga voli memang sudah ditekuni oleh Mita ketika usianya masuk remaja sebelum musibah kecelakaan motor pada tahun 2016 merenggut kaki kanannya yang akhirnya harus diamputasi.

Mita bercerita, setelah kecelakaan itu dirinya sempat dirawat di rumah sakit selama satu setengah bulan dengan menjani 4 kali operasi. Namun sayang, usaha operasi itu tidak membuahkan hasil yang maksimal dan harus diakhiri dengan amputasi.

Kejadian itu sempat menjadi pukulan baginya, namun Mita tidak mau larut dalam sebuah musibah tersebut. Kedua orang tuanya Rusmianto dan Kasmiatiari memiliki peran besar mengembalikan rasa percaya dirinya untuk terus menggeluti olahraga.

“Waktu itu orang tua sempat bilang ke saya, kalau merasa minder lebih baik di rumah saja. Tapi kalau tidak minder, orang tua mendukung untuk menggeluti dunia olahraga,” katanya.

Sebelum bergabung ke tim Voli Putri Paralympic Indonesia, Mita sebelumnya sempat bergabung ke tim atletik. Tapi ketika ada cabor voli paralympic, dirinya diminta untuk bergabung hingga sekarang.

“Dulu awalnya saya ikut atletik, namun ketika voli putri paralympic butuh pemain, saya akhirnya dipindah sana karena dinilai memiliki latar belakang pemain voli. Oleh karena itu, kesempatan ini tidak saya sia-siakan untuk memberikan prestasi terbaik bagi Indonesia, khususnya di Asian Para Games nanti,” yakin Mita. (sak)

Bagikan artikel ini