MNEK 2018, Promosi Wisata Indonesia

MNEK 2018, Promosi Wisata Indonesia

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menilai Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2018 bisa menjadi ekosistem pertahanan dan bisa dimanfaatkan untuk promosi pariwisata karena menghadirkan para KASAL beserta perwira menengahnya dari 37 negara untuk melihat keindahan Indonesia.

“MNEK pertama di Batam, kedua di Padang, ketiga di Lombok. Mungkin tahun 2020 di daerah mana lagi yang indah. Yang penting di luar Jawa. Saran saya mungkin di daerah timur,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika RI Rudiantara dalam jumpa persnya di Media Center MNEK 2018, Mataram, NTB, akhir pekan lalu.

Menteri Kominfo menambahkan, Kementerian Kominfo bersama seluruh operator seluler tetap mendukung pelaksanaan MNEK 2018 tanggal 4-9 Mei 2018 dengan penyediaan fasilitas penguatan jaringan telekomunikasi dan internet.

Dikatakan Menteri Rudiantara, fasilitas jaringan telekomunikasi dan Internet memiliki kecepatan 100 megabyte per second (MBps) di sejumlah titik kegiatan dan penyediaan 40 perangkat modem. Selain itu, juga dipasang 35 antena untuk 42 Armada TNI AL.

“Jadi antenanya dipasang di Kapal TNI AL, terus di lokasi free wifi 100 MB di Marine Fhilip di Pelabuhan Lembar. Sedangkan list line 30 MB dan RM Langko karena tadi live di Terumbu Karang di Gili Terawangan di sini menggunakan wifi dengan kecepatan 30 MB,” ujar Rudiantara

Ditambahkannya, Kemenkominfo juga menyediakan 19 terminal di ruangan untuk media dalam negeri maupun media internasional yang mencover kegiatan mengingat beberapa negara membawa medianya masing-masing.

Rudiantara mengungkapkan, negara-negara peserta MNEK 2018 sangat bangga karena Indonesia tidak kalah dengan negara maju pada saat berkunjung ke negara negara yang dianggap maju.

“Dan ini caranya Indonesia membangun infrastruktur.Indonesia, walaupun daerah NTB, pemerintah mempunyai kebijakan keberpihakan membangun Indonesia tidak hanya terfokus di Jawa tapi di seluruh Indonesia,” ucapnya.

Rudiantara memastikan dengan terhubungnya internet kecepatan tinggi pada tahun 2019. Harapannya TNI AL dengan pangkalan yang ada di seluruh Indonesia terkait dengan jaringan ICT untuk mendukung penguatan pertahanan di bidang komunikasi. “Kita akan dukung terus penguatan pertahanan Indonesia yang dilakukan di laut khusus TNI AL,” katanya. (sak)

Bagikan artikel ini