Mobil Listrik PENS Layak Produksi Massal

Mobil Listrik PENS Layak Produksi Massal

Mahasiswa dan dosen prodi teknik Elektro Industri PENS menciptakan mobil listrik bernama Smart Vi. Mobil yang diriset sejak 2004 ini telah mengalami perkembangan hingga generasi ke 6. Bentuknya yang mungil sangat mengadopsi konsep city car dengan kapasitas kursi untuk 4 orang.

Salah satu dosen PENS, Era Purwanto mengatakan mobil karyanya ini dikerjakan bersama dengan 5 rekan dosen dan 20 orang mahasiswa bimbingannya.

Mobil listrik karyanya itu memiliki beberapa keistimewaan, diantaranya menggunakan 1 motor induksi 3 phasa untuk menggerakkan mobil sebagai pengganti motor DC yang kebanyakan dipakai saat ini, kontrol mobil ini juga dapat diprogram dengan beberapa variabel algoritma. Misalnya, FOC ( Field Orientasi Control), DTC ( Direct Torque Control), Space Vector Control dan masih banyak lagi.

Menanggapi krisis energy dan polusi, Smart Vi dapat dijadikan satu solusi. Menggunakan bahan bakar yang dapat disimpan di dalam beberapa baterai, Smart Vi mampu melaju dan menjadi alternative sarana transportasi perkotaan yang lebih ramah lingkungan.

“Saat ini untuk charging, masih proses pengembangan ke auto charging, bisa seperti power supply swiching dengan frekwensi tinggi. Bahkan, bisa juga disetting masing-masing. Tergantung sumber input charging. Jadi ketika posisi charging, bisa menggunakan listrik PLN bisa juga solar panel,” kata Era melalui siaran pers kepada media di Surabaya, Senin (2/10).

Selain itu, pengembangan ke depan mobil ini akan diberi 4 motor induksi 3 phasa di tiap-tiap rodanya, sehingga mirip mobil 4 gardan. Ini juga mirip dengan power steering pada mobil-mobil di pasaran.

Menurut Era, harga mobil listrik di pasaran masih sangat melambung. Hal ini dikarenakan teknologi yang diusung serta kebanyakan mobil listrik di impor di Indonesia.

“Secara kualitas, Smart Vi tidak kalah dengan mobil-mobil sejenisnya. Dan bila diproduksi masal, pasti harganya jauh lebih murah, berada di kisaran 80-90 jutaan per unitnya. Dan karena buatan anak bangsa sendiri, maka kita harus bangga,” lanjut Era.

Bahkan, ia memastikan bahwa PENS siap mendukung wacana pemerintah dalam mewujudkan Green Energy Transportation. Karena secara umum mobil ini sudah dapat dikatakan layak untuk diproduksi massal.

Ia juga mengaku untuk body dan chasis, PENS sudah bekerja sama dengan PT Green. Sementara penggerak dan kontrol ECU nya dalam pengembangan PENS. “Kami pun mengembangkan Electronic Control Unit mobil listrik 3 phasa sendiri. Dan, semua tinggal menunggu ijin dari pemerintah,” pungkasnya. (bs)

Bagikan artikel ini