Naiki Paddle Board, Panen Rumput Laut

Naiki Paddle Board, Panen Rumput Laut

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti melakukan panen raya rumput laut di kampung Saharei Distrik Fakfak Timur Kabupaten Fak Fak, Papua Barat, akhir pekan lalu. Tanpa ragu, Menteri Susi langsung turun ke laut dengan menaiki paddle board dan memanen rumput laut bersama puluhan pembudidaya yang telah menunggu kedatangannya.

Panen raya rumput laut tersebut dilakukan pada lahan seluas 4 hektar yang merupakan hasil dukungan program dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Pemda setempat.

Menteri Susi tiba di Fakfak setelah sebelumnya melakukan rangkaian kunjungan kerja selama 7 (tujuh) hari ke beberapa Kabupaten di Propinsi Papua dan Papua Barat.

“Panen raya ini diharapkan akan menjadi awal menuju ekonomi masyarakat yang lebih baik. Saya ingin rumput laut ini menjadi alternatif usaha dan secara langsung meningkatkan pendapatan masyarakat disini”, ungkapnya didepan ratusan masyarakat yang hadir.

“Saya ingin bapak dan ibu disini menekuni usaha budidaya rumput laut ini. Disini ada PT. Algae, saya harap nanti harga rumput laut tidak dipencet-pencet. Perusahaan harus peduli dengan pembudidaya, sehingga masyarakat akan terpacu semangatnya untuk bekerja. Nah, jika perusahaan punya niat baik nanti perusahaan pasti akan sukses”, kata Menteri Susi.

Ia juga menyampaikan bahwa perairan di tanah Papua ini luar biasa kaya, oleh karenanya Menteri Susi berpesan masyarakat untuk menjaga kelestarian sumberdaya laut, memanfaatkan dengan cara bertanggungjawab dan tidak merusak demi anak cucu kita.

“Bapak Ibu harus bersyukur atas karunia Tuhan dengan kekayaan perairan yang luar biasa besar. Pemerintah telah berhasil mengusir para pelaku illegal fishing, sebanyak 363 kapal asing telah kita tenggelamkan. Sekarang ikan melimpah, bapak ibu harus bersyukur, caranya yakni dengan memanfaatkan dan melestarikan sumberdaya yang ada. Kalau bapak ibu kufur, nanti pasti akan celaka. Saya ingatkan bapak ibu tidak melakukan penangkapan ikan dengan portas, ngeruk pasir dan buang sampah plastik di laut,” ujar Menteri Susi panjang lebar.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan kebun bibit rumput laut kultur jaringan sebanyak 40 unit atau seluas 2,5 hektar kepada kelompok pembudidaya di kampung Saharei.

“Saya juga titip pesen bantuan bibit agar-agar (rumput laut) hasil kultur jaringan ini bisa dimanfaatkan. Dulu saya minta pak Dirjen Slamet cari solusi untuk mengganti bibit yang lama. Akhirnya, kita telah berhasil kembangkan bibit berkualitas ini diberbagai daerah termasuk di Fakfak.

Saat berdialog dengan Menteri Susi, ketua adat Saharei, Abdul Kadir Manggawa, mengungkapkan bahwa dukungan rumput laut yang diberikan Pemerintah sangat membantu dalam memberikan tambahan pendapatan. Ia juga menyampaikan keinginannya kepada pemerintah untuk merealisasikan program transfer nelayan.

Menurutnya ini harapan semua masyarakat. Dengan program transmigrasi nelayan ke distrik Weri, maka akan ada transper pengetahuan bagi masyarakat. Kadir juga meyakini jika SDM manusia kuat, maka pembangunan akan berjalan baik.

“Kami sangat berterima kasih kepada Ibu Menteri atas dukungan rumput laut ini. Oleh karenanya, kedepan mohon fasilitasi dari ibu Menteri dan Bapak Bupati, agar harga rumput laut bisa stabil dan bagus terus. Hal ini akan menambah semangat kami untuk menekuni usaha ini”, pinta Kadir. (sak)

Bagikan artikel ini