Nasdem Pastikan Usung Khofifah

Nasdem Pastikan Usung Khofifah

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem memastikan mengusung Khofifah Indar Parawansa dalam Pilgub Jawa Timur tahun depan.

Sekjen DPP Partai NasDem Johnny G Plate mengatakan, bahwa kepastian partai itu mengusung Menteri Sosial itu Kabinet Kerja itu dicapai setelah dilakukan komunikasi politik.

Johnny menyebut, langkah berikutnya adalah membentuk koalisi bersama Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Nasdem juga berharap Partai Demokrat bersikap serupa karena sudah menunjukkan perhatian kepada Khofifah.

Menurut dia, deklarasi untuk mengusung wanita yang pernah maju sebagai calon gubenur di tempat yang sama itu akan disiapkan setelah pembicaraan terkait wakil yang akan menemani Khofifah di Pilkada Jatim tuntas.

“Respons Ibu Khofifah sangat baik, namun kami menunggu keputusan presiden untuk melepas atau mengganti Ibu Khofifah. Kalau belum dapat izin dari presiden, kami tetap menunggu keputusan Ibu Khofifah, ujarnya, Rabu (27/9).

Menurut Johnny, Khofifah merupakan figur yang tepat untuk memimpin Jatim. Khofifah dinilai memiliki kapabilitas untuk memimpin provinsi yang akan memberi dampak domino terhadap wilayah Indonesia Timur.

“Perlu diingat kebijakan Gubernur Jatim tidak semata-mata berdampak pada rakyat Jatim. Tetapi, pada wilayah Indonesia bagian timur,” ujar Johnny.

Setiap ada perubahan kebijakan ekonomi di Jatim, ujarnya, akan berdampak terhadap komoditas asal wilayah Indonesia bagian timur yang diperdagangkan di bagian barat.

Belum ada surat pengunduran
Presiden Joko Widodo sendiri mengaku sudah ada sedikit pembicaraan mengenai rencana keikutsertaan Mensos Khofifah dalam Pilkada Jatim. Namun, sejauh ini, menurut Presiden, dirinya belum menerima surat resmi pengunduran diri Khofifah dari jabatannya sebagai Menteri sosial.

“Sampai saat ini belum saya terima surat resminya,” kata Presiden Jokowi usai membuka dan meninjau sejumlah stan di Pameran Kriyanusa Dekranas 2017 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (27/9) pagi.

Presiden menuturkan, bahwa dirinya ada bersama Mensos Khofifah Indar Parawansa pada kunjungan kerjanya di Bali, Selasa (26/9) kemarin. Namun, Presiden tidak menjelaskan apakah dalam kesempatan itu disinggung mengenai kemungkinan Khofifah mundur dari jabatannya sebagai Mensos untuk ikut berlaga dalam Pilkada Jatim.

Meski demikian, Presiden tidak menampik jika Khofifah secara lisan pernah menyampaikan rencananya mengikuti Pemilihan Gubernur Jawa Timur. “Ya baru sedikit-sedikit, artinya kan resminya belum ada,” kata Presiden Jokowi.

Khofifah sendiri dalam berbagai kesempatan sudah menyampaikan isyarat kemungkinan dirinya untuk bertarung memperebutkan kursi Gubernur Jatim. Namun, Khofifah menegaskan, bahwa dia belum mengajukan surat pengunduran diri kepada Presiden dari posisi Mensos.(ist)

Bagikan artikel ini