Obsesi Petani Mendirikan Resto Organik

Obsesi Petani Mendirikan Resto Organik

Legislator Komisi XI DPR RI Eva K Sundari diundang untuk menyaksikan peresmikan Warung Tani Organik yang dikelola oleh Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Peresmian pada Minggu (26/8) lalu itu dihadiri pula oleh anggota DPRD Kab Kediri Feni Widyawati dan Camat Plemahan Rony Setyo Hardiyanto dan beberapa Kades di Kecamatan Plemahan.

Warung lesehan seluas 30an meter persegi terletak di Jalan Raya Papar Kediri tersebut menempati tanah seluas 10an are dan masih akan ditambah bangunan termasuk untuk toko menjual oleh-oleh hasil karya anggota komunitas mereka.

Dari dialog sebelumnya, KTNA mencita-citakan akan mengembangkan warung mereka menjadi Restoran Organik yang dikelilingi kebun sayur, buah dan kolam ikan organik.

Pendirian Restoran Organik ini merupakan pengembangan pemikiran dan tekad para petani untuk mengembangkan peran dan usaha dari sekedar bertanam tumbuhan organik menjadi pengolah hasil yang bernilai tambah lebih tinggi.

Ketua KTNA Payitno menjelaskan, mereka melihat bahwa trend gaya hidup masyarakat kini sudah berubah. Tidak sekedar kenyang makan tapi menghendaki sehat, orientasinya pada kualitas.

“Kita sudah bisa memproduksi tanaman organik maka kami ingin mengolahnya sekaligus menjualnya,”
paparnya. Ini pemikiran progresif yang melegakan karena para petani ingin melakukan bisnis dari hulu menuju hilir.

Apalagi dengan mengusung nilai-nilai masa depan yaitu pro lingkungan misalnya mengurangi pestisida yang jelas membawa kerugian bagi bumi dan manusia.

“Tekad ini perlu didukung semua pihak, terutama pemerintah khususnya dengan memberikan pembekalan perspektif kewirausahaan baik di tahap produksi, pengolahan, pengemasan hingga pemasaran produk-produk organik,” imbuh Feni Widyawati.

Eva K Sundari memberi usul agar diadakan pelatihan penanaman padi Petani Indonesia Menggugat (PIM) asal Blitar yang secara natural adalah organik tetapi produktifitasnya bisa mencapai 14 ton per hektar.

“Mengembangkan pertanian organik adalah menjawab kebutuhan masa depan sekaligus meningkatkan peradaban karena sesuai dengan konsep sustainable development,” kata Eva Sundari. (ita)

Bagikan artikel ini