OJK Awasi Investasi Bodong

OJK Awasi Investasi Bodong

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan terus mengawasi pada pihak-pihak yang berusaha mengambil keuntungan dengan menghimpun dana masyarakat dalam skema investasi palsu. Tindakan aktif melaporkan pengelola investasi bodong ke kepolisian bakal dilakukan.

Kepala Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Kantor Regional IV Jatim, Iwan Moses mengatakan, selain edukasi yang sudah sering dilakukan, OJK kini juga mulai melakukan tindakan aktif dengan melaporkan para pengelola investasi bodong kepada pihak kepolisian.

“Selain tindakan preventif dengan sosialisasi tentang investasi bodong, kami kini mulai melakukan tindakan aktif dengan melapor ke polisi pihak yang menghimpun dana masyarakat dengan cara tidak benar, yang akhirnya merugikan masyarakat sendiri,” kata Iwan Moses kepada media di surabaya.

Iwan menjelaskan yang terbaru OJK sudah melaporkan pengelola PT Cakrabuana Suskses Indonesia (CSI) yang menghimpun dana mayarakat dengan iming-iming imbal hasil tinggi. CSI yang berbadan hukum Baitul Maal wa Tamwil (BMT) atau koperasi syariah ini terindikasi menawarkan investasi bodong yang bisa mengakibatkan kerugian pada anggotanya.

“Kami dari OJK sudah melakukan investigasi dan hasilnya kami laporkan kepada Satgas Waspada Investasi. Karena indikasi penipuannya cukup kuat, kami laporkan ke Bareskrim Polri untuk ditindaklanjuti agar tidak ada masyarakat yang dirugikan dengan investasi semacam ini,” jelas Iwan.

Selain PT CSI yang beroperasi di wilayah di Cirebon, OJK juga aktif melakukan pengawasan terhadap skema investasi lain yang ditawarkan dengan imbal hasil yang tidak logis dan terindikasi bodong.

Salah satunya di Jatim yakni Koperasi Pandawa yang berlokasi di Malang. Koperasi ini menawarkan debitur mereka surat lunas hutang di perbankan dengan embel-embel membayar uang pendaftaran.

Iwan menambahkan, OJK terus menghimbau masyarakat tidak tergiur dengan iming-iming imbal hasil tinggi dengan cara-cara tidak logis. Investasi menurutnya, harusnya dilakukan pada lembaga-lembaga resmi yang sudah terdaftar di otoritas resmi seperti perbankan. (sak)

Bagikan artikel ini