Online, Pengkoreksian USBN di Surabaya

Online, Pengkoreksian USBN di Surabaya

Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya menerapkan sistem penilaian pada hasil Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) SMP/MTs menggunakan aplikasi berbasis online.

Sistem penilaian pengoreksian secara online yang telah dirancang untuk para guru tersebut, diharapkan dapat membantu melakukan koreksi soal jawaban USBN secara cepat dan mudah.

Kasi Kurikulum Sekolah Menengah Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya Iswati mengatakan untuk mempermudah penilaian terhadap hasil USBN berbasis komputer, Dispendik Surabaya menerapkan sistem penilaian secara online.

Sebelum dilakukan pengkoreksian hasil USBN secara online, para guru akan diberikan pelatihan dan pembekalan terlebih dahulu melalui aplikasi online tersebut.

“Hari ini, jadwalnya guru mata pelajaran (mapel) Bahasa Indonesia yang mendapatkan pelatihan selanjutnya mapel-mapel lainnya”, kata Iswati di Kantor Dispedik Surabaya, Rabu (11/04) pagi.

Iswati menambahkan, penilaian hasil USBN terutama pada soal esai menggunakan sistem skoring, ada empat jenis kriteria yang dirupakan dalam bentuk angka (4) sangat baik, (3) baik, (2) cukup dan (1) kurang. “Nilai-nilai tersebut selanjutnya diintegrasikan dengan sistem skoring,” tegasnya.

Adapun untuk jadwal pelaksaan ujian tingkat SMP/MTS akan dilaksanakan pada 23–26 April, untuk susulan pada 8–9 Mei. Sedangkan USBN pada 9–13 April, 16–19 April dan 2–3 Mei. Tahun ini 16 mata pelajaran (Mapel) yang diujikan. Berbeda dengan tahun kemarin, dari mapel yang diujikan hanya dalam format pilihan ganda.

Namun, untuk tahun ini semua mapel yang diujikan terdapat soal esai (uraian). Maka dari itu, untuk mempermudah melakukan penilaian, para guru diberikan fasilitas berupa aplikasi penilaian secara online.

Ali Mukson, guru SMPN 23 Surabaya menyampaikan bahwa aplikasi koreksi online tidak hanya dalam hal koreksi jawaban soal ujian, namun sistem aplikasi pendidikan tersebut juga sangat bermanfaat bagi para guru, dalam meningkatkan mutu dan kualitas kompetensi mengajarnya.

“Guru zaman now tidak hanya sekedar memiliki kompetensi mengajar yang mumpuni. Namun, juga harus melek IT,” ujar Ali saat mengikuti pelatihan.

Ali mengungkapkan, saat ini pemanfaatan IT wajib dan mutlak dikuasai oleh para guru, sumber belajar hingga evaluasi hasil pembelajaran telah berubah wujud dari yang semula menggunakan kertas (paper based) menjadi dalam bentuk file data.

“Melalui sistem aplikasi koreksi online, penilaian soal USBN jadi lebih mudah. Karena, bisa diakses setiap saat, kapanpun dan dimanapun,” jelasnya.

Senada disampaikan Retno Suhartini, melalui sistem aplikasi pengkoreksian secara online, dirinya dan para guru yang lain lebih mudah dalam memberikan penilaian jawaban hasil USBN.

Selain itu, aplikasi online juga dapat meningkatkan kompetensi mengajar bagi para guru. “Sistem ini mempermudah kami untuk melakukan pengkoreksian soal jawaban, meskipun terdapat soal esai”, tutur guru Bahasa Indonesia SMPN 31 ini. (ita)

Bagikan artikel ini