Optimis Dwelling Time di Makassar 2,5 Hari

Optimis Dwelling Time di Makassar 2,5 Hari

Pelindo IV optimistis kondisi dwelling time atau waktu tunggu bongkar muat barang di Pelabuhan Makassar bisa turun hingga mencapai 2,5 hari pada akhir tahun nanti.

Hal itu menurut Ketua Harian Desk Dwelling Time Pelabuhan Makassar Abdul Azis melihat kondisi dwelling time di pelabuhan terbesar di Kawasan Timur Indonesia (KTI) ini yang kian menyusut.

Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu menginstruksikan dan meminta empat pelabuhan besar di Indonesia menurunkan kondisi dwelling time di angka 2,5 hari.

“Waktu Agustus, sebelum ada instruksi presiden, posisi dwelling time di Pelabuhan Makassar masih 4,69 hari. Namun, kondisi itu terus menurun jadi 4,59 hari, kemudian 3,57 hari dan sekarang sudah 3,18 hari,” jelas Abdul Azis kepada media di Makassar, Rabu (12/10).

Dia mengatakan, hal itu tak lepas dari berbagai upaya yang sudah dilakukan pihaknya, yakni operasional di Terminal Petikemas Makassar (TPM) dipastikan buka selama 24 jam 7 hari. Serta kapal yang datang langsung bisa melakukan aktivitas bongkar muat barang setelah selesai pemeriksaan.

Ditambah lagi kesiapan tujuh alat bongkar muat seperti container crane dan lainnya yang dimiliki rerata di atas 95 persen. “Kalaupun ada maintenance, hanya sebatas ganti oli atau hal ringan lainnya,” jelasnya.

Abdul Aziz menyebutkan, sejauh ini kondisi dwelling time di wilayah TPM sudah bisa dikendalikan karena petikemas yang sudah memiliki Surat Perintah Pengeluaran Barang (SPPB) dari Bea Cukai dan belum diangkat pemiliknya maka tidak lewat 1 hari diangsur ke transit area yang disediakan.

Abdul Azis juga menuturkan, semua pihak di Pelabuhan Makassar mendukung upaya penurunan dwelling time, meski diakui saat ini masih ada petikemas di TPM yang lewat dari 4 hingga 5 hari, disebabkan dalam proses pengurusan SPPB dari instansi terkait. Itupun jumlahnya hanya sedikit, sekitar 10-15 persen saja.

“Tapi kami proyeksi pada Oktober, bisa bertahan di angka 3 koma bahkan bisa di bawah 3 dan kami optimistis, bisa mencapai 2,5 hari pada November dan hingga akhir tahun nanti,” tukasnya. Apa lagi tata cara pemindahan barang yang melewati batas waktu yang diatur dalam Peraturan Kepala Otoritas Pelabuhan Makassar No: 29/SK.OP.MKS/2016 efektif diberlakukan pada Oktober ini. (sak)

Bagikan artikel ini