Pak Menteri ke Pabrik Susu di Gunung Kawi

Pak Menteri ke Pabrik Susu di Gunung Kawi

Perusahaan produsen susu sapi di Indonesia dinilai mampu berperan ganda bagi pemenuhan kebutuhan susu dan perekenomian nasional. Sebagai bagian industri, pelaku usaha sektor ini turut menggerakkan perekonomian yang memberi nilai tambah, peningkatan ekspor dan penyerapan tenaga kerja.

Menteri Perindustrian Saleh Husin mengungkapkannya saat mengunjungi pabrik susu milik PT Greenfields Indonesia di Desa Gunung Kawi, Kabupaten Malang Jatim Jumat (27/5) lalu. “Peran ganda produsen sapi adalah mencukupi kebutuhan gizi dan meningkatkan tingkat konsumsi per kapita yang masih 12,1 kg per tahun. Dan secara ekonomi menyerap susu segar produksi peternak sapi, pakan dari petani dan ekspor,” katanya.

Greenfields Indonesia bagian dari Japfa Group dan mengembangkan industri persusuan yang terintegrasi mulai dari pembibitan, budidaya sapi perah, pemerahan sapi hingga pengolahan susu segar. Produksinya Susu Ultra High Temperature (UHT) dan Susu Extended Self Life (ESL).

Perusahaan juga memiliki peternakan sapi perah dengan jumlah ternak 8.000 ekor sapi Holstein di Malang dan tengah membangun pabrik pengolahan senilai 15 juta USD dan peternakan sapi kedua di Blitar dengan investasi 38 juta USD.

“Perusahaan kami merupakan peternakan sapi sekaligus produsen susu yang besar dan terintegrasi. Produk susu yang diproduksi telah diekspor seperti ke Singapura, Malaysia, Hongkong, Filipina, Brunei,” kata CEO of Japfa & Related Entities Handojo Santosa yang didampingi Head of Beef Division Samuel Wibisono dan Head of Milk Processing PT Greenfields Indonesia Darmanto Setyawan.

Dengan ekspansi penambahan peternakan dan pabrik baru, Greenfields mengincar pasar ekspor lainnya antara lain Taiwan, Vietnam, Kamboja, Myanmar, Maladewa dan Papua Nugini.

Lebih jauh lagi, Greenfields juga berkomitmen akan menanam investasi 345 juta USD untuk membangun lima peternakan dan pabrik pengolahan dalam 10 tahun ke depan.

Perseroan juga akan mendongkrak produksi susu hingga 6 kali dari 40 juta liter menjadi 260 juta liter dalam 1 dekade mendatang. Terkait kinerja ekspor, Greenfields juga membidik penjualan ekspor senilai 105 juta USD pada pengujung 10 tahun lagi. (sak)

Bagikan artikel ini