PT PAL Siap Produksi Kapal Multi-Guna

PT PAL Siap Produksi Kapal Multi-Guna

PT PAL Indonesia akan mempersiapkan produksi untuk memenuhi permintaan kapal angkut multi-guna (MRSS) yang sangat dibutuhkan beberapa negara di kawasan Asia Tenggara.

Direktur Utama PAL Indonesia Budiman Saleh di Surabaya, Selasa mengatakan berdasarkan hasil diskusi kerja sama antartiga negara, yakni Indonesia, Malaysia dan Filipina, kedua negara mengaku sangat membutuhkan kapal jenis MRSS.

“Malaysia dan Filipina saat ini memiliki kebutuhan mendesak untuk kapal MRSS, dan menjadi salah satu bidikan pasar PT PAL Indonesia, hal ini mengacu pada kasus yang terjadi di Kota Marawi, Filipina Selatan,” ucapnya, di Surabaya, Selasa (3/10).

Budiman yang ditemui usai mendampingi kunjungan Menteri BUMN Rini Soemarno di PT PAL Indonesia mengaku kebutuhan kedua negara untuk kapal jenis MRSS sangat banyak, yakni sekitar empat unit. “Namun demikian, hal itu masih disesuaikan dengan kemampuan keuangan kedua negara tersebut,” kata Budiman.

Budiman mengatakan, PT PAL Indonesia juga terus membidik sejumlah pasar kapal dalam negeri dan luar negeri, meski sebelumnya sempat terhambat kasus hukum yang ada pada perusahaan tersebut.

Namun demikian, kata Budiman, PT PAL Indonesia tidak akan bediam diri meski ada hambatan, dan terus membidik pasar yang tidak mempersoalkan kasus hukum tersebut. “Pasar kami sangat luas, yakni dalam negeri dan luar negeri dan kami tetap membidik pasar yang tidak mempermasalahan terkait kasus hukum tersebut,” katanya.

Budiman mengaku, sambil menunggu proses hukum yang berjalan, PT PAL Indonesia tetap meyakinkan negara-negara pemesan bahwa proses hukum tersebut akan segera berakhir.

Sebelumnya, Budiman mengatakan ekspor untuk beberapa negara seperti Malaysia maupun Filipina harus terkendala oleh kasus hukum yang menimpa mantan direktur utama PT PAL Indonesia.

Budiman menyebutkan selama ini Filipina dan Malaysia terikat perjanjian “United Nation Convention and Corruption”, dan sangat berhati-hati untuk berhubungan dengan perusahaan yang tersangkut masalah hukum.

Sementara itu, rencananya bidikan ekspor PT PAL Indonesia tahun 2018 antara lain ke Thailand, Malaysia, Filipina, Gabon, Senegal maupun Cordova. (ist)

Bagikan artikel ini