Pasokan Energi di Sulteng Telah Pulih

Pasokan Energi di Sulteng Telah Pulih

Normalnya pasokan energi dan bantuan sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam upaya pemulihan pascagempa dan tsunami di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mendapatkan apresiasi dari Gubernur Sulteng Longki Djanggola.

Hal ini diungkapkan Longki saat bertemu Menteri ESDM Ignasius Jonan di Posko ESDM Siaga Bencana, di Palu, akhir pekan lalu.

“Terima kasih Pak Menteri ESDM dan jajaran atas bantuannya, atas perannya dalam membantu memulihkan masyarakat Sulteng ini.ESDM hadir di semua sektor, tim juga terlibat disemua lini, diantaranya air bersih dan medis. Masalah Bahan Bakar Minyak (BBM) sudah teratasi. Masalah listrik, Alhamdullillah hampir 100% selesai,” ungkap Longki Djanggola.

“Kami atas nama warga Palu Sangat-sangat berterima kasih, Terutama dukungan alat-alat berat, membantu memperbaiki inftrastruktur yang ada. Luar biasa bantuan dan dukungan dengan jajaran dan mitranya,” tambahnya.

Palu dan sekitarnya sudah bangkit. Hal ini tergambar dari kunjungan Jonan ke Provinsi Sulawesi Tengah. Infrastruktur energi seperti kelistrikan dan pasokan Bahan Bakar Minyak serta elpiji telah normal.

Hanya sedikit saja yang belum beroperasi, itu pun di wilayah yang memang benar-benar sulit atau bahkan tidak mungkin dibangun kembali.

Banyaknya kendaraan bermotor yang lalu lalang, pertokoan dan warung yang buka serta Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) beroperasi menggambarkan pulihnya geliat perkonomian. Suara adzan dari pengeras suara pun terdengar bersahutan.

Saat mengunjungi Terminal BBM Donggala, Jonan menyaksikan bagaimana gempa yang diikuti tsunami menyebabkan kerusakan beberapa sarana dan fasilitas TBBM, seperti trestle (akses dari dermaga menuju TBBM) dan tempat pengisian mobil tangki.

Pascagempa, Pengamanan pasokan BBM dan elpiji oleh PT Pertamina (Persero) dilakukan baik melalui jalan darat, laut dan udara.

Hingga 18 Oktober, TBBM Donggala mampu menyalurkan 650 kilo liter (KL) BBM ke SPBU dari sebelumnya yang hanya 72 KL pada 3 Oktober lalu. Seluruh agen elpiji Public Service Obligation (PSO), agen elpiji Non-PSO, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPPBE) PSO, dan SPPBE Non-PSO telah beroperasi aktif di Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Sigi.

Demikian juga dengan pasok listrik. Saat mengunjungi Gardu Induk (GI) Silae, Jonan memastikan kondisi kelistrikan kini telah pulih 95%. Sebanyak 4 pembangkit telah beroperasi. Demikian juga dengan GI dan penyulang, sebanyak 7 GI dan 45 penyulang seluruhnya telah beroperasi. Lebih dari dua ribu gardu distribusi juga telah aktif.

Saat ini daya mampu sistem kelistrikan Sulteng mencapai 101 mega watt (MW), dengan beban puncak sebesar 87,17 MW. Lebih dari 1.300 relawan PT PLN dari seluruh Indonesia terlibat aktif dalam proses pemulihan ini.

Bantuan alat berat dan logistik dari sektor ESDM juga dikerahkan. Sejak hari pertama pascagempa, sektor ESDM bergerak cepat. Pengiriman alat berat untuk proses evakuasi dan penyaluran bantuan juga dilakukan dengan terus berkoordinasi dengan BNPB.

Tim medis dari sektor ESDM terus bekerja memberikan pengobatan. Kini, Emergency Rescue Team (ERT) ESDM membantu melakukan trauma healing dan pemulihan pendidikan untuk anak-anak korban bencana.

Tim tanggap darurat Badan Geologi juga telah melakukan pemboran sumur untuk penyediaan air bersih bagi korban bencana. Saat ini, 19 sumur bor telah beroperasi di lokasi pengungsian dan posko bencana.

Sektor ESDM juga memberikan bantuan water treatment untuk mendukung kebutuhan air layak minum di lokasi pengungsian. Jonan pun tak ragu untuk mengambil segelas air dan meminumnya langsung.

Penyusunan peta rekomendasi Geologi Lingkungan untuk Rehabilitasi dann Rekonstruksi pasca gempa bumi telah dilakukan. Peta ini menggambarkan informasi sumberdaya geologi dan bencana geologi yang dapat digunakan sebagai acuan pengambilan keputusan dalam melakukan pembangunan fisik pascabencana.

Saat berkunjung ke Posko Siaga Bencana ESDM kemarin petang, Jonan tak henti mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan keikhlasan para pejuang kemanusiaan dalam proses pemulihan sulawesi tengah.

Bahkan, Jonan tampak terharu saat diperlihatkan tayangan bagaimana ERT ESDM yang tak kenal lelah melakukan evakuasi dan pemulihan di wilayah terdampak gempa Sulteng. Longki pun demikian, berkali-kali ia meneriakkan “PASIDON (Palu, Sigi, Donggala) Bangkit!, PASIDON Bangkit!”.

Kini Sulteng telah bangkit dan sektor ESDM akan terus mengawal pemulihan ini, sebagaimana pesan Jonan, “Terus bangkit, terus melanjutkan hidup dengan sebaik-baiknya. Palu tidak sendirian, Sulawesi Tengah tidak sendirian, Sigi, Donggala, Parigi Moutong, tidak sendirian. Kami seluruh masyarakat, seluruh komponen bangsa ini mendukung maksimal”. (ist/esdm.go.id)

Bagikan artikel ini