Pelajar Indonesia Raih Emas di India

Pelajar Indonesia Raih Emas di India

Pelajar Indonesia berhasil mencatatkan prestasi di ajang International Exhibition of Young Inventor (IEYI) yang diadakan di Faridabad, Delhi, India pekan lalu.

Para pelajar ini merupakan finalis National Young Inventor Award (NYIA) yang diselenggarakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ini berhasil meraih satu medali emas, dua medali perunggu, dan satu special awards.

Medali emas diraih Ikhlas Muhammad Sabilly dan Reyhan lewat invensi iCare Table. Medali perunggu masing-masing didapatkan Pebriani Sri Wulan dan Pebrianti Fina dengan invensi Anti- Odor Shoe Rack, dan Hanif Ahmadzakir dan Leksono Ayubella Anggraini lewat invensi Safe Sidewalk Using EMP.

iCare Table yang mengantarkan Ikhlas Muhammad Sabilly dan Reyhan mendapatkan emas adalah meja belajar yang dibuat untuk mencegah rabun jauh dan kelainan tulang belakang.

“Ide penelitian berawal dari banyaknya siswa di sekolah yang tidak nyaman saat duduk di meja kelas terutama saat membaca buku di atas meja,” jelas Reyhan.

Untuk ke depannya, mereka akan melakukan penyempurnaan untuk peneuannya ini. “Kami akan menyempurnakan agar iCare lebih mudah dibawa sehingga bisa diduplikasi untuk kebutuhan di sekolah-sekolah lain,” terang Ikhlas.

Pelaksana Tugas Sekretaris Utama LIPI, Nur Tri Aries Suestiningtyas mengucapkan selamat kepada para pemenang. “Selamat atas prestasi yang telah diraih dan tetaplah pertahankan jiwa peneliti yaitu jujur, disiplin dan bekerja sama,” tuturnya.

Kepala Bagian Bina Ilmiah Masyarakat LIPI, Indriyani, mengatakan ajang kompetisi internasional tidak hanya meningkatkan kepercayaan diri mereka untuk berkompetisi. “Secara tidak langsung mereka juga akan meningkatkan kuantitas dan kualitas invensinya,” jelasnya.

IEYI merupakan kompetisi ilmiah remaja internasional yang bertujuan untuk mendorong inovasi dan penemuan dan untuk meningkatkan konsep orisinalitas untuk pengembangan invensi, inovasi dan kegunaan ide asli.

Pada perhelatan yang keempatbelas ini, ini IEYI diikuti 200 invensi remaja dari sembilan negara, yaitu Tiongkok, India, Indonesia, Malaysia, Rusia, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Vietnam. (sak)

Bagikan artikel ini