Peluang Bisnis Puspa Agro ke Luar Jawa

Peluang Bisnis Puspa Agro ke Luar Jawa

Pasar Induk Puspa Agro mulai mengembangkan jejaring bisnis produk agrobis ke Sumatera Utara (Sumut) dan Kalimantan Tengah (Kalteng). Peluang bisnis tersebut telah ditandai dengan kunjungan pejabat dua provinsi minggu yang lalu ke Puspa Agro.

Humas Puspa Agro, Suhartoko kepada media mengatakan, Puspa Agro menyambut baik peluang bisnis, baik dengan Sumut maupun Kalteng. Puspa Agro kini lagi memetakan jejaring dan peluang bisnis yang bisa dikembangkan dengan berbagai provinsi di Indonesia.

Hadirnya perwakilan dari Sumut dan Kalteng setidaknya membuka jalan awal untuk bisa ditindaklanjuti. Ini merupakan awal yang bagus. Moga-moga kedepan bisa terjalin bisnis di sektor agro ini dengan semangat saling menguntungkan.

Pejabat Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kalteng, Jenta mengungkapkan selama ini kebutuhan sektor pangan dan konsumsi masyarakat Kalteng banyak bergantung pada pasokan dari sentra-sentra produksi di Jawa, khususnya Jawa Timur. Oleh karena itu dengan dibukanya komunikasi yang mulai terjalin dengan Puspa Agro, akan membuka peluang bisnis yang lebih luas lagi.

Kalsel selama ini memang banyak bergantung dari Jawa, khususnya Jawa Timur. Itu pun distribusi barang yang datang masih harus melalui kalimantan Selatan (Kalsel) dulu, baru lewat jalur darat masuk ke Kalteng. Hal dilakukan karena Kalteng tidak memiliki pelabuhan.

Sementara kunjungan Pemprov Sumut ke Puspa Agro karena provninsi ini telah menyiapkan pembentukan BUMD yang akan mengelola dan mengembangkan bisnis agro.

Sumatera Utara lagi menyiapkan BUMD berbasis pangan dengan mintakan persetujuan dewan (DPRD.). Sumut sudah mencari informasi ke banyak pihak dan akhirnya mendapat masukan, bhawa Puspa Agro sudah eksis. Oleh karena itu, Sumut akan belajar banyak tentang agro bis ke Puspa Agro.

Para pejabat dua provinsi di Indonesia belajar berbagai hal terkait dengan pengelolaan dan pengembangan bisnis agro. Rombongan dua Pemprov itu diterima langsung oleh Dirut PT Puspa Agro, Abdullah Muchibuddin.

Berbagai hal terkait dengan pengelolaan dan pengembangan bisnis agro didiskusikan dalam forum ini, di antaranya dari aspek legal formal perusahaan, optimalisasi peran ekonomi untuk meningkatkan nilai tambah petani, termasuk kontribusi untuk menahan laju inflasi.

Sebelumnya, beberapa Pemprov di Sulawesi dan Irian juga berkunjung ke Puspa Agro untuk studi banding. Demikian juga Pemprov Sumatera Barat, Riau, dan Sumatera Selatan. (ist)

Bagikan artikel ini