Penegakan Hukum Bukan Penangkapan

Penegakan Hukum Bukan Penangkapan

Kejaksaan Agung menegaskan, bahwa proses penegakan hukum berbeda dengan industri. Kalau industri semakin banyak yang dihasilkan dikatakan berhasil.

Tetapi dalam penegakan hukum, Kejaksaan Agung mengajak masyarakat merubah pola pikir bagaimana kita mampu menurunkan tingkat kejahatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Inilah yang kita sebut kita komitmen bersama-sama sebagai sebuah keberhasilan penegakan hukum,” kata Jaksa Agung Muda (JAM) Intelijen Dr Jan S Maringka dalam Forum Tematik Bakohumas “Menjaga NKRI Melalui Program Jaksa Menyapa dan Situs Jaga Negeri”, di Hotel Atlet Century, Jakarta, Selasa (25/9) pagi.

Terkait dengan perubahan paradigma itu, menurut JAM Intelijen, intel bukan lagi yang menakutkan, tapi intel yang menyatukan, mampu menimbulkan rasa aman, dan mampu merubah imej dari kejaksaan bukan lagi sekedar menahan dan menangkap orang tapi juga mampu meningkatkan kesadaran masyarakat.

“Ada program-program yang sifatnya bukan lagi defensif, sekali lagi penegakan hukum bukan lagi menangkap tapi kita juga mengajak masyarakat sadar hukum khususnya dengan program-program yang ada,” ungkap Jan S Maringka.

Untuk itu, lanjut JAM Intelijen itu, pada Rapat Kerja Nasional Kejaksaan Agung tahun 2017 telah diluncurkan Program Jaksa Menyapa bekerja sama dengan RRI (Radio Republik Indonesia), mulai Januari 2018. “Program tersebut disiarkan setiap hari Kamis untuk skala nasional,” ujarnya.

Selain itu, ada juga Situs Jaga Negeri, sebuah situs yang isinya kegiatan-kegiatan unggulan yang menjadi pintu masuk publik mengenai kegiatan-kegiatan yang dilakukan kejaksaan saat itu.

Karena itu didalamnya ada menu-menu yang penting, ada tentang TP4, tentang Tabur (Tanggap Buronan) 31.1.

Melalui Situs Jaga Negeri ini, menurut JAM Intelijen Jan S. Maringka, masyarakat juga bisa melaporkan adanya potensi untuk memecah belah NKRI.

Karena itu, melalui Situ Jaga Negeri, diharapkan bisa menjadi pintu masuk dari masyarakat untuk melaporkan deteksi dini dari kejahatan.

“Kalau tidak ada partisipasi dari masyarakat informasi dari masyarakat maka akan sulit bagi kita karena jumlah kita hanya puluhan ribu di seluruh Indonesia. Dengan adanya program-program ini harapannya bagaimana bisa kita menjaga dan membela keutuhan NKRI ini, bisa membantu persatuan dan kesatuan,” ucap Maringka.

Ada lagi di situs ini tabur 31.1. Tabur ini merupakan program tangkap buronan. Dalam situs ini masyarakat bisa dengan mudah melihat hukum dan tugas-tugas kejaksaan. (sak)

Turut hadir dalam acara Ketua Bakohumas Dra Rosarita Niken Widiastuti, Sekretaris Jaksa Agung Muda Intelijen, Ketua Pusat Penerangan Hukum Drs M Rum SH MH, Eselon II dan III Kejakasaan RI dan perwakilan humas dari seluruh K/L. (sak)

Bagikan artikel ini