Penghargaan pada 13 Pegiat Bahasa

Penghargaan pada 13 Pegiat Bahasa

Dalam rangka penyelenggaraan Kongres Bahasa Indonesia (KBI) ke-XI, Mendikbud Muhadjir Effendy memberikan penghargaan kepada 13 orang pegiat bahasa Indonesia dan tiga provinsi penerima penghargaan Adibahasa, di Hotel Sahid, Jakarta, pada Minggu (28/10).

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, secara resmi akan membuka Kongres Bahasa Indonesia XI, di Istana Wakil Presiden RI pada Senin (29/10). KBI XI diselenggarakan 28-31 Oktober 2018, dengan mengusung tema “Menjayakan Bahasa dan Sastra Indonesia”.

Tiga provinsi penerima penghargaan Adibahasa tersebut adalah Provinsi Jawa Tengah sebagai penerima penghargaan kategori provinsi besar; Provinsi Jambi menerima penghargaan pada kategori provinsi sedang, dan; Provinsi Sulawesi Barat penerima penghargaan pada kategori provinsi kecil.

“Saya mengucapkan selamat kepada penerima penghargaan. Semoga dapat memberikan motivasi lebih dalam mendukung penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, khususnya di ruang publik,” tutur Mendikbud.

Selain penghargaan kepada tiga provinsi tersebut, diberikan juga penghargaan kepada 13 orang pegiat bahasa, terdiri atas tiga kategori.

Kategori Sastra diberikan kepada Rida K Liamsi (kumpulan puisi), Eka Kurniawan (kumpulan cerpen), Martin Suryajaya (novel), Ziggy Zezsyazeoviennazabriezkie (novel), Akhudiat (naskah drama) dan Hasan Aspahani (esai sastra).

Kategori Tokoh Kebahasaan dan Kesastraan diberikan kepada Arif Sulistiono (tokoh kepemudaan), I Komang Warsa (tokoh pendidik/tenaga kependidikan), Nursida Syam (pegiat literasi) dan Felicia N Utorodewo (pegiat diplomasi kebahasaan di kawasan ASEAN).

Adapun kategori Duta Bahasa Tingkat Nasional 2018 diberikan kepada Agatha Lydia Natania dan Nursidik (Terbaik I), Hilma Ramadina dan Faisal Meinaldy (Terbaik II) dan Ainna Khairunnisa dan Almuarrif (Terbaik III).

Selain itu, pelaksanaan KBI tahun ini juga meluncurkan beberapa produk kebahasaan dan kesastraan, yaitu Kamus Besar Bahasa Indonesia Braille; Buku Bahasa dan Peta Bahasa; Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Dalam Jaringan (Daring); Korpus Indonesia; Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Daring; Buku Sastrawan Berkarya di Daerah 3T; 546 buah buku bahan bacaan literasi; Kamus Vokasi; Kamus Bidang Ilmu, dan; Aplikasi Senarai Padanan Istilah Asing (SPAI).

“Bahasa Indonesia merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi perjalanan kehidupan bangsa Indonesia. Saya imbau kepada semua pemangku kepentingan agar ruang publik di Indonesia tertib dalam penggunaan bahasa Indonesia,” ujar Mendikbud.

KBI diselenggarakan satu kali dalam lima tahun. Penyelenggaraan KBI tahun ini menghadirkan 27 orang pembicara kunci dan undangan, serta 72 pemakalah seleksi yang berasal dari dalam dan luar negeri.

Peserta kongres berjumlah 1.031 orang, terdiri atas para pemangku kepentingan, seperti pejabat publik, akademisi, budayawan, tokoh pegiat, pakar, guru, praktisi/pemerhati bahasa dan sastra Indonesia serta daerah, serta para tamu undangan. Pembicara kunci yang akan berbicara pada hari pertama kongres adalah Sastrawan Ahmad Tohari dengan bahasan “Ragam Bahasa dan Sastra dalam Berbagai Ranah Kehidupan”. (sak)

Bagikan artikel ini