PENS Juara Mobile Robotic ASEAN

PENS Juara Mobile Robotic ASEAN

Dua mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) menjuarai kompetisi Mobile Robotic dalam World Skills ASEAN 2016 di Kuala Lumpur, Malaysia, 24-26 September 2016.

“Kami bersyukur dapat meraih emas dalam World Skills ASEAN 2016 dan kami ingin menembus kejuaraan khusus mahasiswa kejuruan itu untuk tingkat dunia (World Skill Competition 2017),” kata mahasiswa PENS Andy Yuniawan di Surabaya, Selasa (4/10).

Didampingi rekannya Eko Mustofa, mahasiswa semester 3 program studi D-4 Teknik Mecatronika PENS itu mengakui bangga dan senang mendapat emas dalam kompetisi robotik untuk industri yang baru pertama kali diikuti itu.

“Sebelumnya, kami tidak pernah ikut kompetisi robot, karena itu kami bangga dan bersyukur karena baru pertama ikut langsung mendapat emas. Untuk itu, pengalaman di tingkat ASEAN akan menjadi evaluasi untuk maju ke tingkat dunia,” katanya.

Lomba mobile robotik ini bergengsi dan menegangkan. Peserta baru mengetahui kondisi both, mendesain robot dan mengoperasikan sistem robot di lokasi itu dengan waktu relatif pendek.

“Pada 60 menit pertama, tim disuruh mengukur medan, 15 menit setting, dan selanjutnya langsung beraksi. Semua dikerjakan tanpa jeda.

Maka Andy dan Eko dituntut mengukur misi dan visi yang akan dikerjakan. Contohnya, misi economic community, yakni robot harus bisa melihat port dan target.

Misi selanjutnya, robot harus mampu mengambil dan menata tanaman yang diletakkan di twins tower. Misi pamungkas, robot harus mampu melakukan material hand link management atau menata material sesuai bentuknya. Setelah melihat misi, tim langsung membuat robot dan mengalibrasikan dengan sensor supaya robot tidak mengalami eror.

Tidak semua tim mampu mengalibrasikan sensor dengan tepat. Dengan waktu yang cukup singkat dan kerumitan misi, dari tujuh negara yang ikut tanding dalam lomba tersebut, PENS akhirnya menymbang emas untuk tim Indonesia yang ikut World Skills ASEAN 2016 tersebut.

Dari 25 perlombaan, Indonesia ikut 21 perlombaan. Mendapat 21 emas, 4 perak dan 5 perunggu. Atas prestasi yang sukses ditorehkan, Andy mengaku modal ketenangan membuat kedaunya mampu menyusun, mengatur sistem, dan menggerakkan robot saat perlombaan.

Wakil Direktur III PENS Bidang Kemahasiswaan Dr Ing Indra Adji Sulistijono mengaku mahasiswanya yang meraih emas dalam kompetisi itu karena mendapatkan poin tertinggi dalam lomba selama tiga hari yang setiap harinya ada tiga permainan.

“World Skills ASEAN 2016 itu melombakan 25 jenis lomba dan Indonesia mengikuti 22 jenis lomba. Untuk kategori Mobile Robotic robotnya bergerak dengan diperintah untuk menyelesaikan persoalan yang mirip dengan persoalan dunia industri,” katanya.

Persoalan yang dilombakan dalam kompetisi tingkat ASEAN itu antara mengambil, meletakkan, dan memasang ke tempat lain dengan kecepatan yang terukur dan tingkat presisi tinggi.

“Dalam kompetisi dua tahunan itu, peserta melakukan ‘mobile robotic’ itu selama tiga hari dan setiap hari ada tiga kali penilaian, lalu hasilnya diakumulasi dan peraih poin tertinggi akhirnya menjadi juara tinkat ASEAN. Posisi kedua diduduki Taiwan,” katanya. (sak/ist)

Bagikan artikel ini