Penukaran Uang di Jember Meningkat

Penukaran Uang di Jember Meningkat

Hari libur Lebaran 1439 H yang lebih panjang berdampak pada kebutuhan penukaran uang kartal baru di masyarakat di Kabupaten Jember tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jember, Hestu Wibowo, Senin (28/5) mengatakan, tahun lalu realisasi penukaran uang masyarakat Rp 4,8 triliun. Ada kenaikan tahun ini sekitar 61 persen atau sekitar Rp 7,2 triliun.

“Meningkatnya penukaran uang baru mungkin bisa dimaklumi, karena salah satunya tahun 2018 ini cuti bersama lebih panjang, sehingga masyarakat membutuhkan uang kartal untuk menghadapi liburan yang lebih kurang 10-12 hari,” kata Hestu, seperti dikutip Jatim Newsroom.

Bank Indonesia Jember siap memenuhi kebutuhan itu dan membuka layanan penukaran uang untuk masyarakat. “Ada sekitar 97 titik cabang bank yang membuka layanan penukaran uang. BI juga melakukan mobile branch dan bekerjasama dengan delapan bank mulai 28 Mei sampai 8 Juni dan setiap hari kerja membuka layanan penukaran uang di alun-alun Jember.

Disamping itu, BI juga bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk membuka pelayanan penukaran uang di kegiatan pasar murah sejumlah titik. Ini dilakukan untuk mendekatkan diri kepada masyarakat, kalau tidak sempat ke alun-alun Jember.

Masyarakat tidak dibatasi untuk menukarkan uang. Namun BI menetapkan penukaran per parket. “Jadi untuk seluruh pecahan mulai dari Rp 2 ribu, 5 ribu, 10 ribu, 20 ribu, masing-masing satu pak, masyarakat bisa menukar maksimal total Rp 3,7 juta,” kata Hestu.

Peningkatan permintaan uang kartal apakah menunjukkan peningkatan taraf ekonomi masyarakat Jember? “Mungkin perlu kajian lebih lanjut. Ini sebetulnya masalah kebutuhan uang kartal untuk transaksi jual beli maupun membagi-bagi angpau atau uang hadiah untuk keluarga dan kerabat. (jnr)

Bagikan artikel ini